LHOKSEUMAWE – Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Rizal Syahyadi, mengatakan pihaknya akan terus melanjutkan sinergitas, kolaborasi dan kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk pengembangan keterampilan lulusan PNL. Kolaborasi selama ini dengan mitra kerja seperti PT Perta Arun Gas (PAG), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pertamina Hulu Energi NSB & NSO (PHE) dan PT PLN telah memperkuat positioning PNL dalam menghasilkan SDM kompeten sesuai kompetensi dan daya saing pasar.
Pola kemitraaan yang sudah dijalankan dengan perusahaan BUMN tersebut di antaranya Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB), Recruitment Alumni PNL, OJT/PKL, kuliah tamu/kuliah umum, penyesuaian kurikulum berbasis industri, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi, menjadi pemateri/narasumber di berbagai kegiatan PNL, hibah peralatan serta menggunakan jasa Career Development Center (CDC) PNL untuk recruitment calon tenaga kerja.
“DUDI merupakan laboratorium dan workshop tempat mahasiswa PNL melakukan magang, OJT, PKL atau belajar di industri secara real. Sedangkan benefit bagi pihak DUDI adalah mendapatkan tenaga kerja yang telah terlatih dan memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya. Sehingga bagi pihak industri akan tercapainya visi dan misi yang sesuai dengan target,” ujar Rizal Syahyadi saat konferensi pers di Lhokseumawe, Jumat, 11 Desember 2020.
Rizal Syahyadi menyebutkan saat ini beberapa Prodi di PNL telah menjalankan kurikulum dual system 3:2:1 atau kurikulum berbasis industri dengan komposisi kurikulum selama tiga semester proses pembelajaran dilaksanakan di PNL, dua semester di industri, dan satu semester menyelesaikan tugas akhir.
“Tahun 2007 PNL berkolaborasi dengan PT Arun untuk melahirkan Program Studi Diploma III Pengolahan Migas di PNL dengan kurikulum berbasis industri Migas. Mahasiswa Migas kuliah penuh selama dua semester di PT Arun, yaitu mahasiswa semester III dan V, dan semester VI dilakukan bimbingan tugas akhir secara bersama dan diuji secara bersama-sama, sehingga kualitas lulusan Prodi Migas benar-benar memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri Migas. Selain mendapatkan ijazah dan transkrip Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris serta Sertifikat Komptensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PNL, lulusan Prodi Migas juga memiliki pengalaman industri Migas selama 1 tahun,” tuturnya.
Rizal Syahyadi mengatakan setelah PT Arun berakhir beroperasi pada Oktober 2015, pola kemitraan dan kerja sama dilanjutkan dengan PT PAG sampai saat ini. Kurikulum yang diterapkan di Prodi Migas telah diadopsi untuk menjadi kurikulum pendidikan tinggi vokasi di tingkat nasional.
“Setiap tahun sebanyak 48 mahasiswa Migas dari Semester III dan V melakukan kuliah industri secara penuh di PAG. Alhamdulilah banyak alumni Migas PNL dari hasil kemitraan dengan PT Arun dan PAG yang sudah mengisi posisi profesional dan posisi strategis di perusahaan Migas baik skala nasional maupun internasional. Ini merupakan terobosan yang sangat luar biasa untuk menghasilkan SDM Migas di Aceh,” ujar Rizal Syahyadi.
“Kenapa magang atau kuliah industri mahasiswa PNL di PAG itu penting. Dari hasil diskusi dengan manajemen PAG ternyata program magang adalah satu-satunya langkah menuju dunia kerja yang sesungguhnya, mahasiswa dapat mengenal ketidaksesuaian antara teori dan praktek, mahasiswa akan bertemu para profesional yang ahli di bidangnya, sebagai ajang pembuktian diri bahwa mahasiswa tersebut memiliki kualitas, dan gerbang menuju hidup mandiri,” ungkap lulusan University of Malaya ini.
Rizal Syahyadi menambahkan implementasi kemitraan PNL dan PIM saat ini sudah sangat baik. Di antaranya, setiap tahun sebanyak 75 mahasiswa PNL melaksanakan magang di PIM. PIM juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa PNL untuk melakukan riset, baik pengembangan riset maupun riset baru yang akan dilakukan. Tahun 2019 sebanyak 143 mahasiswa PNL melakukan riset di PIM. Begitu juga dengan PKL atau OJT, PIM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan praktek langsung di lapangan dengan peralatan yang real serta melakukan studi kasus di peralatan perusahaan untuk pengembangan studi mahasiswa.
“Mahasiswa wajib memiliki sertifikat kompetensi untuk meningkatkan employability. Saat ini PIM telah mengeluarkan sertifikat perusahaan kepada 235 mahasiswa PNL dan sertifikat kompetensi BNSP kepada 75 mahasiswa,” papar Rizal Syahyadi.
Rizal Syahyadi menyampaikan pola kemitraan PNL dengan PHE selama ini juga berjalan dengan sangat baik, terutama untuk kuliah industri selama dua semester bagi mahasiswa Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri. Begitu juga dengan Program Sarjana (Fresh Graduate) Magang di PHE untuk mendapatkan pengalaman bekerja di PHE dengan batasan waktu tertentu. Program ini berjalan untuk enam bulan dan dapat diperpanjang sampai enam bulan selanjutnya. PHE juga memberikan kesempatan untuk PKL/OJT mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa yang masih menempuh pendidikan dalam menimba pengalaman sebelum memasuki dunia kerja. Di samping itu PHE juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa PNL untuk program penelitian tugas akhir untuk dua bulan. Bila dibutuhkan dapat diperpanjang selama satu bulan lagi sesuai dengan bisnis proses PHE, seperti production operations, maintenance, subsurface, facilities engineering, HSE, supply chain management dan information technology.
“Banyak program pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM pemuda di lingkungan kerja PHE yang sudah bekerja sama dengan PNL, begitu juga dengan hibah peralatan. Ini merupakan bentuk partisipasi dan peran PHE untuk mendukung pendidikan vokasi di Aceh,” jelas Rizal Syahyadi.
Rizal Syahyadi mengatakan saat ini PNL ditunjuk oleh PLN UP3 Lhokseumawe sebagai konsultan pendamping untuk 215 UMKM binaan Rumah Kreatif BUMN PLN UP3 Lhokseumawe. PNL memiliki komitmen yang sangat kuat untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
“Pelaku UMKM membutuhkan pendampingan, sentuhan teknologi, inovasi produk dan packaging. Di samping itu pelaku UMKM juga butuh pelatihan pemasaran digital (e-commerce), sertifikasi produk, sertifikasi halal, dan siap go digital untuk mampu bersaing dengan UMKM lainnya,” kata Rizal Syahyadi.
Menurut Rizal Syahyadi, mahasiswa PNL juga diberi kesempatan magang/PKL di PLN melalui Program PMMB dan Direct Internship. Setiap tahun minimal 40 mahasiswa PNL diterima magang di PLN UP3 Lhokseumawe, belum termasuk PLN UP3 yang lain dan di PLN Wilayah Aceh.
Direktur PNL menyampaikan bahwa manfaat magang bagi kampus, di antaranya, terjalin kerja sama/hubungan baik antara PNL dengan perusahaan tempat mahasiswa magang, PNL dapat meningkatkan kualitas lulusannya melalui pengalaman kerja magang, dan PNL akan lebih dikenal oleh industri. “Sementara manfaat bagi perusahaan, perusahaan mendapat bantuan tenaga kerja dari mahasiswa yang melakukan praktek. Adanya kerja sama/hubungan baik antara PNL dengan perusahaan sehingga perusahaan tersebut dikenal oleh kalangan akademisi dan dunia pendidikan serta adanya orang yang mengaudit perusahaan tanpa mengeluarkan biaya dengan adanya laporan-laporan magang yang diberikan kepada perusahaan”.[](rilis)






