BLANGKEJEREN – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus berupaya menjalin kontrak kerja sama dengan asosiasi pembeli minyak serai wangi asal India agar harga komoditas itu menguntungkan petani. Upaya itu dilakukan Pemda lantaran harga minyak serai wangi yang dibeli pengusaha Medan dinilai sangat murah dan merugikan petani.
Azman Prima, Direktur PT Gayo Lues Mentalu Perkasa (GLMP), Sabtu, 6 Februari 2021, mengatakan Pemda Gayo Lues terus menjalin komunikasi dengan asosiasi pembeli minyak serai wangi asal India, mulai dari berkirim sampel hingga bertanya soal harga.
“Menurut asosiasi asal India itu, jika dikalkulasikan harga dolar sekarang, maka harga minyak serai wangi Gayo Lues yang akan dibelinya berkisar Rp380 ribu per kg. Namun, kita belum mendapat informasi pasti apakah harga Rp380 ribu per kg ini merupakan minyak serai wangi sekali penyulingan atau sudah dua kali penyulingan,” kata Azman Prima melalui telepon.
PT GLMP sebagai perusahaan milik Pemda Gayo Lues akan terus melengkapi berkas yang diminta pihak asosiasi asal India itu, dan hingga sekarang berkomunikasi melalui surat elektronik atau e-mail. Baik untuk memenuhi permintaan terkait sampel maupun menanyakan harga dan syarat kontrak.
“Menurut saya, kemungkinan terjadi kontrak penjualan minyak serai wangi dengan asosiasi India 60 persen, itupun didasari dengan bertemunya Bupati Gayo Lues dengan pihak dari India. Kemudian pihak asosiasi meminta sampel, dan dibentuknya asosiasi minyak serai wangi di Gayo Lues,” ujar Prima.
Menurut Prima, jika terjalin kontrak kerja sama dengan asosiasi India itu, maka Gayo Lues harus mampu memenuhi permintaan mereka, baik jumlah minyak serai wangi per bulan maupun soal satu kali atau dua kali penyulingan.
“Posisi asosiasi pembeli minyak atsiri asal India itu masih mengikat kontrak dengan daerah lain. April 2021 nanti baru habis kontraknya. Jika nantinya jadi menjalin kontrak kerja sama dengan Gayo Lues, kemungkinan pada April atau Juni 2021 dimulai,” kata Prima yang berharap terjalin kontrak dengan India supaya petani serai wangi Gayo Lues kembali bergairah.[]




