Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaBerita Aceh UtaraDirjen GTK Kemendikbudristek...

Dirjen GTK Kemendikbudristek Luncurkan Pencegahan Stunting Siswa di Aceh Utara

ACEH UTARA – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., meluncurkan program Pencegahan Stunting bagi siswa SD dan SMP se-Kabupaten Aceh Utara. Launching atau peluncuran program itu digelar di SMPN 1 Syamtalira Bayu, Selasa, 15 Agustus 2023, dan diikuti pihak sekolah semua SD dan SMP dalam lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara melalui medium zoom.

Pencegahan stunting tersebut melalui pemberian makanan tambahan bergizi bagi siswa-siswi. Program tersebut dilaksanakan dengan bergerak bersama secara bergotong royong di 507 sekolah dalam Kabupaten Aceh Utara, terdiri dari 141 SMP negeri maupun swasta, dan 366 SD negeri dan swasta.

Pemberian makanan dan minuman untuk anak haruslah bergizi cukup dan seimbang untuk mencegah permasalahan seperti stunting, kurang gizi, dan obesitas.

Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) bertujuan untuk: Memperbaiki asupan gizi; Memperbaiki ketahanan fisik; Meningkatkan kehadiran dan minat belajar; Meningkatkan kesukaan akan makanan daerah yang bergizi; Memperbaiki perilaku bersih dan sehat, termasuk kebiasaan makan yang sehat; Meningkatkan partisipasi masyarakat; dan Menambah pendapatan masyarakat melalui peningkatan penggunaan produksi setempat.

Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., mengharapkan kegiatan pencegahan stunting ini dapat berjalan secara kontinu untuk dapat membantu perbaikan gizi bagi siswa-siswi. Sehingga dapat memperbaiki karakter dan kemampuan belajar siswa sesuai kebutuhan dari perkembangan anak.

Selesai acara di SMPN 1 Syamtalira Bayu, Dirjen GTK melakukan audiensi dengan guru-guru penggerak di Aceh Utara, yang berlangsung di SD Negeri 1 Syamtalira Bayu. Prof. Nunuk Suryani memberikan arahan dan bimbingan kepada guru-guru penggerak tentang pentingnya program guru penggerak terhadap berbagai manfaat positif bagi pesertanya.

Setidaknya ada tujuh manfaat penting program guru penggerak bagi pendidik, yaitu: Mengembangkan kompetensi dalam lokakarya bersama; Meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid; Pengalaman belajar mandiri dan kelompok terbimbing, terstruktur, dan menyenangkan; Pengalaman belajar bersama dengan rekan guru lain yang sama-sama lolos seleksi program guru penggerak; Pengalaman mendapatkan bimbingan/mentoring dari pengajar praktik (pendamping) pendidikan guru penggerak; Mendapatkan komunitas belajar baru; Mendapatkan sertifikat pendidikan 306 JP dan Piagam Guru Penggerak.

Selanjutnya, Dirjen GTK Nunuk Suryani, melanjutkan kegiatan temu ramah di Auditorium Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) yang diikuti Rektor IAIN Lhokseumawe, Direktur PNL, Polres Lhokseumawe, Direktur BSI dan Bank Aceh, Guru Penggerak Angkatan I sebanyak 68 orang, Angkatan II (17 orang), Angkatan IV (98 orang), Angkatan VII (37 orang), Kepala Sekolah Penggerak (30 sekolah), Kepala TK Negeri (48 sekolah), Kepala SD (366 sekolah), Kepala SMP (141 sekolah), Kepala SMA, SMK, dan SLB (86 sekolah), serta Pengawas Sekolah Jenjang SD, SMP, SMA, dan unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah III Drs. Ahmad Jamani, M.Pd. beserta jajarannya.

Acara temu ramah itu dibuka dengan penampilan tari Koh Pade (Panen Padi) persembahan dari SDN 1 Nisam. Lalu, audensi tentang Guru Penggerak, Program Sekolah Penggerak (PSP) bersama Dirjen GTK. Usai sesi tanya jawab, acara ditutup dengan penampilan tari Wonderland Indonesia persembahan dari SDN 8 Cot Girek.[](*)

Baca juga: