BANDA ACEH – Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri, Maskur, mengatakan saat ini adalah waktunya mendidik pemuda-pemuda di Aceh untuk memperkokoh wawasan kebangsaan. Dia juga mengajak semua pemuda dari kalangan mantan kombatan agar tidak terlena dengan apapun.
Bekas kombatan itu marilah kita rangkul, kita jadikan teman. Mendagri siap membina supaya pemuda di Aceh ini tertanam wawasan kebangsaan di hatinya,” kata Maskur dalam seminar Gerakan Memperkokoh Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Aceh (LPMA) di Aula Mardianah Hotel Lading, Banda Aceh, Senin, 18 April 2016.
Seminar ini turut dihadiri Rektor Univetsitas Iskandar Muda, Prof. Dr. Syafi'i Ibrahim.M.si, Ketua LPMA Aceh Gumarni Arfan, staf Ahli Ideologi Kodam IM Kolonel Djoni Indramawan yang mewakili Pandam IM, perwakilan elemen sipil, tokoh agama, dan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua LPMA Aceh, Gumarni, mengatakan seminar ini dibuat dengan tujuan mempersatukan masyarakat Aceh. Pasalnya, menurut Gumarni, warga Aceh menjadi terkotak-kotak pasca-damai terjadi antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah RI.
Sekarang bukan saatnya menyalahkan siapapun karena lahirnya gap-gap kelompok di Aceh. Dengan adanya seminar ini semoga di diri kita tertanam wawasan kebangsaan,” kata Gumarni.
Di sisi lain, Staf Ideologi Kodam IM, Kolonel Djoni Idramawan, mengharapkan seminar tersebut mampu menumbuhkan wawasan kebangsaan masyarakat Aceh terutama untuk kebaikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Saya rasa pemahaman kebangsaan itu wajib bagi warga negara Indonesia. Wawasan itu harus dipupuk terus menerus, karena tantangan dan ancaman kita ke depan semakin banyak, marilah kita perbaiki iman menjadi lebih baik lagi,” kata Djoni Indramawan.[](tyb)
Laporan: Ramadhan



