SUBULUSSALAM – Anggota DPRK Subulussalam dari Partai Hanura, MZA Ridho Bancin, membantah pernyataan politikus PAN, Bahagia Maha, yang menyebutkan Hanura sebagai fraksi utuh terkesan memihak kepada salah satu fraksi, dari tiga fraksi gabungan usulan partai politik.

Menurut dia, Hanura selaku fraksi utuh mendukung sepenuhnya usulan semua fraksi yang diusulkan gabungan partai politik seperti Fraksi Granat koalisi Gerinda, Partai Aceh dan PAN. Fraksi Karya Nanggroe gabungan Golkar-PNA dan ketiga Fraksi Sada Kata koalisi Demokrat, PKS, PBB dan PKPI.

“Kita tidak ada memihak sama sekali, kita mendukung semuanya usulan fraksi tapi sesuai regulasi,” kata MZA Ridho Bancin kepada portalsatu.com, Jumat, 27 September 2019.

Dia menjelaskan, fraksi adalah keputusan setiap partai politik yang ada di DPRK Subulussalam, bukan keputusan anggota dewan. Kemudian setelah adanya gabungan partai maka dibentuklah fraksi – fraksi. Karena itu, dia meminta legislator dari PAN tersebut agar tidak membangun opini publik yang sesat.

“Saya sangat menyayangkan statement saudara Bahagia seperti kekanak-kanakan, jangan memprovokasi dan menuduh Hanura yang tidak-tidak,” tegas Ridho Bancin sambil menambahkan kegiatan di Banda Aceh selama 4 hari hanya orientasi anggota DPRK seperti yang disampaikan ketua sementara Ade Fadly Pranata Bintang.

Sebelumnya, Bahagia Maha dan Ketua Fraksi Karya Nanggroe, Samiun, menyayangkan sikap Ketua sementara DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang yang memilih walk out dari ruangan rapat tindak lanjut pembentukan fraksi usai penutupan kegiatan orientasi kemarin di Banda Aceh. 

Menurut Bahagia, Hanura yang sudah pasti memiliki fraksi utuh, seharusnya menunjukan sikap netral tanpa memihak kepada salah satu fraksi.

“Tetapi dengan sikap Hanura seperti itu terkesan ada keberpihakan. Kalau begitu Hanura sudah hampir bisa dibilang membangun tembok (blok) di DPRK itu,” ungkap Bahagia Maha, kamis kemarin.[]