SIGLI Bupati Pidie terpilih, Roni Ahmad (Abusyik) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kabupaten ini. Keberadaan dirinya tak ada artinya jika tanpa dukungan rakyat.
Hal itu diungkapkan Abusyik pada acara buka puasa bersama dengan aktivis SIRA Pidie, di rumah salah seorang aktivis, Ibrahim Nyakmad, di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie, 9 Juni 2017.
Saya sangat butuh pikiran temanteman, untuk membangun Pidie agar rakyat sejahtera harus dimulai dari mana? Ini semua agar adanya perubahan yang dirasakan masyarakat pada saat pemerintahan rakyat berkuasa, kata Abusyik dalam sambutannya.
Abudyik menyebutkan, secara keseluruhan pasca-MoU Hensinki, belum tampak perubahan pembangunan yang benar-benar menyentuh kesejahteraan rakyat Aceh. Padahal, 10 tahun sudah Aceh dipimpim barisan perjuangan.
Aceh secara umum, bahkan Pidie secara khusus, hingga saat ini masih banyak rakyat hidup terlilit kemisikinan. Sebab inilah, kami mengajak rekan aktivis memikirkan pembangunan daerah yang benar-benar menyentuh kepentingan rakyat banyak, ujar Abusyik.
Abusyik kemudian berdiskusi dengan para tokoh mantan aktivis SIRA. Di antaranya, Muhammad Taufik Abda, Islamuddin, Muhammad MTA, dan Tami Amsar.
Dari diskusi itu, Abudyik mendapatkan sejumlah masukan. Taufik Abda mengatakan, pihaknya tidak memiliki keraguan terhadap kepemimpinan Abusyik. Namun, kata dia, semua itu tentunya harus disertai program yang jelas, seperti program pertanian, perkebunan dan kelautan alias gle, blang, laot.
Program harus dilakukan dengan pendataan secara akurat terlebih dahulu, tentang berapa jumlah penduduk bekerja sebagai petani dan berapa luas arealnya. Begitu juga dengan luas perkebunan, jumlah nelayan dan petambak. Jika itu sudah ada, kami rasa akan mudah mengambil langkah menjalankan program sesuai cita- cita Abusyik, kata Taufik.
Taufik yang termasuk salah seorang Tim Penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh gubernur terpilih Irwandi Yusuf, mengaku, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan data akurat dari Pemerintah Aceh tentang luas areal masingmasing sektor sebagai pedoman bagi pihaknya menyusun rencana pembangunan. Tim hanya mendapatkan data tahun 2012, padahal data yang diperlukan data tahun 2016.[]



