LHOKSUKON – Sembilan Tuha Peut Gampong Rawang Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, mundur serentak di meunasah setempat, Sabtu, 19 Maret 2016 malam. Itu dilakukan setelah unsur pemuda meminta penjelasan tentang dana pengelolaan aset desa.
Salah seorang warga Gampong Rawang Itek yang tidak ingin namanya ditulis, Senin, 21 Maret 2016, menyebutkan, unsur pemuda mendesak dan meminta penjelasan terkait dana traktor, beras miskin (raskin) 2015, dana bantuan aspirasi dewan dan lainnya. Tapi nyatanya para tuha peut tidak bisa menjelaskan secara rinci.
Sementara Geuchik Gampong Rawang Itek, H Abubakar, kepada portalsatu.com mengatakan, terjadi selisih paham antara tuha peut dan pemuda. Alhasil sembilan tuha peut mengundurkan diri bersamaan dalam rapat pada Sabtu malam.
“Dalam rapat unsur pemuda mempertanyakan dana yang selama ini dihasilkan dari traktor yang termasuk dalam aset desa. Untuk sementara posisi tuha peut kosong, karena ketua dan anggota telah mengundurkan diri,” ujarnya.
Ditambahkan, dalam hal ini unsur pemuda tetap meminta kejelasan terkait seluruh dana yang ada, meski para tuha peut telah mengundurkan diri. Mereka juga mengatakan tidak tertutup kemungkinan kasus ini akan berlanjut ke ranah hukum.
“Saat ini kami menunggu instruksi camat terkait SK. Sebenarnya hari ini saya berencana menemui camat. Namun saya sedang berada di Medan, sehingga belum sempat bertemu camat,” katanya.[](bna)


