BLANGKEJEREN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gayo Lues mulai melakukan pembinaan terhadap 10 kampung (desa) untuk penguatan kelembagaan Kampung Iklim. Ke-10 kampung itu adalah Tetinggi Pantan Cuaca, Pertik, Kong Paluh, Suri Musara, Tingkem, Sangir, Umelah, Penosan Sepakat, Makmur Jaya, dan Bener Baru.
Kepala Dinas Lingkugan Hidup Gayo Lues Kasimuddin, S.T., M.P., melalui Khairul Anwar, S.Hut., M.P., Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kamis, 15 September 2022, mengatakan peserta penguatan kelembagaan Kampung Iklim berjumlah 200 orang dengan lima angkatan.
“200 peserta yang kita bina ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat agar selalu berperan aktif dalam menjaga lingkungan,” katanya di Gedung Nusa Indah Blangkejeren saat pembukaan pelatihan.
Bambang Waluyo, Asisten Tiga Sekda Gayo Lues yang membacakan pidato Bupati H. Muhammad Amru, mengatakan seiring kemajuan jaman, Kabupaten Gayo Lues banyak mengalami perubahan bidang ekonomi dan infrastruktur. Akibat kemajuan itu ada dampak negatif yang dirasakan masyarakat yaitu perubahan iklim.
“Perubahan iklim itu disebabkan adanya permasalahan lingkungan yang pada dasarnya timbul akibat aktivitas manusia yang ceroboh dan terlalu mengabaikan lingkungan, sehingga terjadi kerusakan. Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, Pemerintah membuat program Kampung Iklim,” katanya.
Hingga tahun 2021, kata Bambang Waluyo, Gayo Lues sudah mengusulkan dan diverifikasi Kementerian LH dan Kehutanan tiga Kampung Iklim, satu kampung dengan katagori madya, dan dua kampung utama, salah satunya berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu Kampung Iklim terbaik di Indonesia.
“Pada tahun 2022 ini, Gayo Lues kembali mengusulkan enam kampung, akan tetapi hanya lima yang masuk sebagai calon Kampung Proklim dengan katagori utama,” jelasnya.
Asisten Tiga meminta kepada seluruh peserta agar benar-benar mengikuti pelatihan tersebut, sehingga ke depan banyak kampung di Gayo Lues dinobatkan sebagai Kampung Iklim. Bagi yang sudah masuk Kampung Proklim agar dapat mempertahankan kebersihan dan selalu menjaga lingkungan.]] (Anuar Syahadat)




