LHOKSUKON – Menjelang lebaran Idul Fitri 1439 H, permintaan akan kebutuhan masyarakat terhadap pakaian jadi meningkat. Di zaman modern saat ini, pemesanan atau pembelian pakaian jadi tidak hanya dapat dilakukan langsung di toko atau butik, namun juga dapat dilakukan via online.
Tidak perlu takut ukuran pakaian akan kebesaran atau kekecilan jika dipesan secara online. Saat ini sudah banyak pengusaha pakaian yang membuka usaha secara online dengan sistem Pre Order (PO) dan bisa costom size. Para pelanggan cukup memesan dengan menyertakan ukuran badan, baik itu lingkar dada, lingkar pinggang, dan lingkar pinggul, hingga tinggi badan dan berat badan.
“Saya membuka sistem PO, namun untuk pemesanan lebaran Idul Fitri ini sudah closed order ya. Soalnya jumlah kuota pesanannya sudah penuh. Saat ini penjahit kita lagi fokus menyiapkan pesanan yang sudah masuk agar selesai tepat waktu, sehingga pelanggan bisa memakainya saat lebaran nanti. Jika ada pelanggan yang mau dijahitkan dengan model pilihannya sendiri, kita juga bisa buatkan itu,” ujar dr. Farah Dibah, 27 tahun, salah seorang pengusaha pakaian yang juga berprofesi sebagai dokter itu.
Ditemui portalsatu.com/ di rumahnya yang berada di Asrama Polri Kuta Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu, 27 Mei 2018, Farah Dibah menunjukkan beberapa koleksi pribadinya yang ia desain sendiri dengan bahan pilihan dan jumputan asli Palembang.
“Hobi mendesain baju ini sudah lama. Hanya saja selama ini untuk diri sendiri, tapi saat saya pakai, banyak teman-teman yang nanya, bikin di mana bajunya, siapa yang desain, terus banyak yang minta contoh juga. Berawal dari itu hingga akhirnya punya keinginan untuk mendesain juga untuk orang lain,” ucap istri dari Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezky Kholiddiansyah itu.
Untuk jenis bahan (kain), Farah Dibah mengaku banyak belajar dari mertuanya yang secara kebetulan lebih dulu berkecimpung di bidang yang sama, hanya saja orderan yang diterima mertuanya lebih ke pakaian kantoran. Jika penasaran dengan hasil karya dokter cantik ini, bisa langsung follow IG @byfarahdibah.
“Saya tahu jenis kain dari mertua, kebetulan mertua dulunya sering ikut kunjungan dengan ibu bupati. Jadi sering lihat bahan kain untuk acara resmi, kantor, dan lainnya. Saya juga diajak turun langsung ke lokasi tempat penjualan kain. Secara kebetulan kainnya jika ambil dalam jumlah banyak dapat harga grosir. Di situlah awal saya coba buatkan 10 pieces, ternyata habis semua. Untuk penjahitnya saya juga direkomendasikan oleh mertua,” terang Farah Dibah.
Kata Farah Dibah, pelanggannya rata-rata berasal dari kalangan ibu Bhayangkari dan anggota Polri. “Usaha ini bisa dibilang masih baru, sejak awal Januari 2018 lalu. Alhamdulillah, peminatnya cukup banyak, rata-rata yang pernah pesan ya pesan lagi. Kita benar-benar gunakan bahan dengan kualitas premium jenis viscose dan dobby, serta jumputan asli Palembang. Untuk harga tidak perlu khawatir, sangat terjangkau. Untuk baju ibu kisaran Rp 600ribu-750ribu, yang couple suami istri antara Rp 950ribu-1,1 juta. Kita juga terima pesanan set keluarga. Tunik baru uji coba, ternyata banyak juga yang minta untuk kantoran dan sehari-hari. Kebetulan ini juga mau pulang ke Palembang, jadi nanti kita proses lagi usai lebaran,” kata Farah Dibah.
Farah Dibah menyandang gelar dokter tahun 2014 setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Palembang. “Sehari setelah lulus langsung akad nikah. Sepekan kemudian langsung dibawa ke Aceh. Saat suami tugas di Sabang, saya selama setahun magang di RSUD Cut Meutia, Buket Rata, Kota Lhokseumawe. Saat ini saya dokter umum di Klinik Husada Lhoksukon,” pungkas dr. Farah Dibah yang juga ibu dari dua anak.[]



