LHOKSEUMAWE – Meraih gelar dokter tidak lantas membuat mama muda cantik ini berpuas diri. Di sela-sela kesibukannya, ia menyempatkan diri menyalurkan hobi berdagangnya di bidang kuliner. Pilihan pun jatuh pada makanan khas Jepang, Takoyaki.

“Saya melihat peluang bisnis Takoyaki ini cukup menjanjikan. Selain belum ada di Lhokseumawe, rasa Takoyaki yang enak dan gurih diminati konsumen. Bahkan yang saya lihat, rata-rata piringnya pada licin semua alias ludes disantap,” kata dr Intan Facrina, 27 tahun, asal Kota Lhokseumawe, kepada portalsatu.com, Minggu, 13 November 2016.

Ibu satu anak itu membuka lapak Takoyaki di Station Coffe Premium (Depan SPBU lama) Lhokseumawe. Ada lima pilihan Takoyaki, mulai dari gurita, keju, otak-otak, bakso dan sosis.

“Sebenarnya saya menyalurkan hobi dagang, semasa kuliah dulu saya juga berdagang baju onlineshop. Saya sering turun langsung untuk memasak dan melayani pembeli. Sama sekali tidak ada rasa malu sih, malah saya senang jika melihat pembeli menyukai Takoyaki buatan saya,” kata jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) tahun 2014 lalu itu.

Modal yang dikeluarkan Intan untuk membuka usahanya hanya Rp 4,5 juta. Saat ini omset penjualan per bulan berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Bisa dikatakan cukup berhasil bagi usaha yang baru dirintis empat bulan itu.

Tak hanya itu, Intan juga menerima pesanan Takoyaki untuk beberapa acara, baik di Lhokseumawe maupun di luar kota. Seperti Sabtu, 12 November 2016 kemarin, 600 porsi Takoyaki meluncur ke GOR UNIMAL Lhokseumawe. Sedangkan hari ini, 400 porsi diborong ke Asrama Haji Medan, Sumatera Utara.

“Saran saya kepada kawula muda Aceh, lakukanlah apa yang bisa dilakukan dan jangan hanya berpangku tangan. Harus bisa kita yang mengatur uang, jangan uang yang mengatur kita. Saya rasa bisnis kuliner cukup menjanjikan. Jadi jangan malu untuk berdagang asalkan halal,” kata Intan yang baru selesai melakukan program Internship selama 1 tahun di Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Buket Rata, Lhokseumawe.

Di akhir perbincangan, Intan mengucapkan, “kokoro kara kansha shimasu (terimakasih tulus dari hati saya).” Penasaran dengan rasa Takoyaki buatan Intan? Silakan berkunjung ke lokasi. []