BANDA ACEH – Dua anggota Partai Aceh (PA) dikabarkan telah resmi mengundurkan diri dari partai lokal tersebut, Rabu, 15 Juni 2016 petang tadi. Salah satunya adalah anggota Tuha Peut Partai Aceh dr. Zaini Abdullah, dan Adnan Beuransyah.
Kabar ini dibenarkan oleh Juru Bicara Partai Aceh (PA) Suadi Sulaiman. Dia mengatakan keduanya mengundurkan diri dari partai setelah bersikukuh melaju lewat jalur independen. “Doto (Zaini Abdullah) maju Gubernur Aceh lewat jalur independen, Adnan maju untuk Walikota Banda Aceh lewat independen juga,” kata Adi Laweung, sapaan akrab Suadi Sulaiman.
Seperti diketahui, Partai Aceh telah memutuskan mencalonkan H. Muzakir Manaf sebagai calon Gubernur Aceh di periode 2017-2022 mendatang. Keputusan tersebut merupakan hasil mutlak Partai Aceh setelah menggelar rapat bersama jajaran PA/KPA se-Aceh. Sementara untuk calon Walikota Banda Aceh, DPW PA Banda Aceh telah sepakat mendukung Illiza Saaduddin Djamal.
Mengenai hal ini, Adi Laweung sebagai Jubir PA sangat menyayangkan keputusan yang diambil oleh kedua anggota partai tersebut. “Apalagi Doto Zaini merupakan orang yang ikut langsung mendirikan Partai Aceh. Namun walau mereka “membelakangi” Partai Aceh hari ini, perjuangan Partai Aceh ke depan tetap saja utuh dan cemerlang. Kita enggak gundah lho,” kata Adi Laweung.
Sebelumnya, anggota Tuha Peut Partai Aceh Zakaria Saman dan anggota DPR Aceh dari Partai Aceh, Ridwan Abubakar, juga resmi mengundurkan diri dari partai beberapa waktu lalu.
Dia mengakui pada prinsipnya jajaran pimpinan DPA PA tetap mengimbau kepada seluruh kader dan pengurus Partai Aceh, untuk tidak meninggalkan partai hanya demi memuaskan kepentingan ikut berkompetisi dalam Pilkada Aceh tahun 2017. Hal tersebut berlaku baik untuk gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, maupun walikota/wakil walikota.
“Kalau memang mereka tetap keluar untuk maju lewat jalur independen di Pilkada, ya mau dikatakan apa lagi? Memang itu sudah menjadi pilihan mereka,” katanya.
Adi Laweung menyebutkan pengunduran diri kedua orang tersebut tidak berpengaruh pada kalangan akar rumput kader dan simpatisan Partai Aceh. “Insya Allah tidak. Namun kita juga tetap mengimbau kepada seluruh simpatisan, kader dan pengurus partai sampai ke tingkat gampong untuk tetap solid memenangkan kandidat yang kita usung melalui partai,” ujarnya.[](bna)



