BANDA ACEH –  Anggota Komisi Hukum dan HAM DPR RI, M. Nasir Djamil, meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) agar tetap konsisten dengan program komoditas alternatif bagi masyarakat yang selama ini kerap menanam ganja.

Harapan itu disampaikan Nasir Djamil usai menghadiri penanaman perdana komoditas alternatif, dipusatkan di Gampong Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Senin, 26 Februari 2018. Turut hadir Kepala BNN, Budi Waseso, anggota DPR RI, Irmawan, Wagub Aceh, Nova Iriansyah, Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, dan sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga di pusat.

“Jangan sampai hanya melaksanakan program semata. Karena itu, tanaman ganja harus diganti dengan tanaman yang merupakan komoditi unggulan,” ujar Nasir.

Menurut Nasir, komitmen pemerintah untuk mengubah pola tanam masyarakat yang selama ini menanam ganja patut diapresiasi. Begitupun masyarakat mengharapkan agar program ini berjangka panjang dan berkelanjutan.

Anggota DPR RI asal Aceh ini akan melakukan pengawasan di tiga lokasi alternatif development yakni Aceh Besar, Gayo Lues dan Bireuen. “DPR akan mengawasi pelaksanaannya agar sesuai dengan harapan masyarakat,” ujar Nasir.

Terbit Inpres

Nasir mendesak Presdien Joko Widodo segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang grand design alternative development agar memiliki alas hukum yang kuat. Kalau sudah ada Inpres maka akan mudah bagi Bappenas mengalokasikan anggaran untuk kegiatan ini. Di samping itu, program ini akan berlaku secara nasional.

“Semoga Presiden Jokowi terbuka hatinya untuk menerbitkan Inpres. Kalau tidak, saya kuatir program tersebut akan hilang di tengah jalan karena tidak didukung oleh kementerian dan lembaga terkait,” ujar Nasir Djamil.[](rel)