LHOKSEUMAWE – Dua buaya dikabarkan muncul dalam aliran sungai samping Kompleks PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Jumat, 17 November 2017, sekitar pukul 17.00 WIB.
Informasi dihimpun portalsatu.com/, hewan yang dilindungi itu pertama kali terlihat oleh warga yang lalu lalang di jembatan lintas Banda Aceh-Medan, kawasan Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe perbatasan Aceh Utara pada Kamis, 16 November 2017, sekitar pukul 19.00 WIB.
“Semalam kami lihat buaya muncul dari bawah jembatan berenang mengarah ke muara arah Pelabuhan Krueng Geukueh. Sampai pukul 22.00 WIB binatang itu masih terlihat,” kata Rahmat, 26 tahun, warga Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara.
Pemuda itu menjelaskan, penampakan buaya di lokasi itu baru pertama kali terjadi, sehingga membuat heboh. “Saya dan warga merasa takut, karena bisa saja sewaktu-waktu buaya itu naik ke darat dan memangsa warga,” katanya.
Hal sama juga dikatakan Rusli, 45 tahun, warga Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu. Menurut dia, lebih baik buaya itu ditangkap dan dibawa ke habitatnya. Aliran sungai payau itu dinilai tidak bisa menjadi tempat hidup buaya karena tak ada makanannya.
“Saya dan warga berharap hewan itu ditangkap sebelum ada yang jadi korban. Karena di sini bukan habitatnya, tidak ada makanan seperti di daerah aliran sungai yang ada di hutan belantara. Kalau dia (buaya) sudah lapar, takutnya menyerang hewan ternak, bahkan bisa anak-anak yang sedang memancing atau orang dewasa,” jelas Rusli.
Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo menjelaskan, pihaknya sudah menugaskan personel ke lokasi sungai tersebut. Setelah dicek benar ada dua buaya.
Soal relokasi dua buaya yang diperkirakan panjang 4 meter itu, pihak BKSDA akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk warga setempat. Apabila buaya itu dinilai menjadi ancaman bagi warga sekitar maka akan ditangkap dengan alat khusus agar tidak mati dan direlokasi ke daerah aman.
“Benar ada dua ekor buaya, sudah ada petugas kita di sana. Saat ini kita sedang berupaya berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Bila keberadaan hewan dilindungi tersebut dinilai berbahaya, akan kita tangkap,” ujar Sapto.
Petugas BKSDA juga sudah mengamankan lokasi dua buaya itu berkeliaran, agar tidak ada yang berusaha membunuh atau menangkap.[]



