SUBULUSSALAM Suasana di Kota Subulussalam mulai terasa lengang menyusul banyaknya warga yang mudik menjelang lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah. Momen cuti bersama terhitung sejak tanggal 4-8 Juli 2016 membuat masyarakat memiliki banyak waktu luang untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Terlebih dua hari sebelumnya yakni Sabtu-Minggu juga waktu libur sehingga mereka bisa mempercepat waktu mudik.
Amatan portalsatu.com di lapangan, Senin, 4 Juli 2016 sejumlah jalan utama seperti Jalan Nasional Subulussalam-Tapaktuan, Jalan Malikussaleh dan Jalan Cut Nyak Dien serta Jalan Syekh Hamzah Fansuri, aktivitas masyarakat terlihat menurun dibandingkan sebelumnya.
Beberapa toko bangunan juga sudah mulai tutup, kecuali toko pakaian dan Pasar Tradisional Terminal Terpadu Kota Subulussalam yang masih terlihat ramai karena banyak masyarakat pribumi berbelanja baju lebaran.
Kuan, salah seorang warga Kampung Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri kepada portalsatu.com mengatakan kondisi ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu, sehingga kota yang lahir dari pemekaran Kabupaten Aceh Singkil ini terlihat sepi.
Kondisi ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya, karena masyarakat Subulussalam majemuk diisi oleh berbagai suku seperti Jawa, Batak, Padang dan saudara kita dari Aceh bagian barat selatan, juga banyak sudah menjadi warga Subulussalam. Namun saat lebaran mereka mudik ke kampung halamannya, kata Kuan.
Biasanya aktivitas masyarakat kembali ramai seminggu setelah lebaran ketika PNS dan anak-anak sudah mulai sekolah. Banyaknya masyarakat mudik selama lebaran juga mempengaruhi perekonomian para pedagang di sana karena daya beli menurun.
Seminggu lebaran Subulussalam masih sepi, omzet juga menurun dratis, kata Kuan yang sehar-hari berjualan mie di Jalan Malikussaleh.[](ihn)
Laporan Dirman Bakongan



