Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsDua Hari Terlepas,...

Dua Hari Terlepas, BPCB Belum Ganti Atap Rumoh Cut Nyak Dhien

BANDA ACEH – Terlepasnya atap Rumoh Cut Nyak Dhien, yang merupakan salah satu museum bersejarah di Gampong Lampisang, Aceh Besar, belum ada konfirmasi dari pihak instansi terkait sampai disiarkan berita ini, Jum’at, 19 Agustus 2016.
 
Pihak portalsatu.com yang mendatangi kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), penanggung jawab cagar budaya tersebut, di Lampisang, belum bisa bertemu dengan penjabat terkait.

Yang ditemui di sana hanay seorang penjaga keamanan kantor. Sementara pegawainya tidak terlihat.

“Bapak tidak ada, masih ada tugas dinas di luar daerah. Mungkin, masih lama di sana,” ujar Syarifuddin, penjaga keamanan di kantor tersebut.
 
Pada sa’at portalsatu.com bertanya siapa yang bisa dihubungi untuk mengkorfirmasi berita tersebut, dia menjawab tidak tau dan kantor lagi sepi tambahnya lagi.
 
“Saya tidak tau, kantor pun lagi sepi ini,” kata Syarifuddin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, angin kencang disertai hujan deras merusak atap Rumah Cut Nyak Dhien yang ada di Kampung Lampisang, Aceh Besar, pada Selasa, 16 Agustus 2016 malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian, Zahri, salah satu penjaga, sedang membersihkan rumah cagar budaya tersebut.

Pihak BPCB belum belum melihat secara fisik. Zuhri dan kawan-kawan sudah berusaha semampu mungkin, dan semua peralatan-peralatan yang ada di bawah atap yang bolong itu sudah ditutup dengan terpal.

Zuhri berharap hal itu dapat ditangani sesegera mungkin, karena kalau dibiarkan begini dikhawatirkan akan menyebabkan lantai-lantai papan itu menjadi lapuk.[]

Laporan: Syukri Isa Bluka Teubai   

Baca juga: