BANDA ACEH – Seluruh jemaah haji Aceh tahun 2018, dari kloter pertama hingga kloter terakhir telah kembali ke tanah air dan tiba di Aceh.
Kakanwil Kemenag Aceh selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh, mengatakan, kloter terakhir yang tergabung dengan kloter 22 Medan itu berasal dari Kabupaten Bireuen, Simeulue, Aceh Utara, Aceh Besar dan Pidie Jaya berjumlah 153 jemaah, dengan rincian laki-laki 71 orang dan perempuan 82 orang.
"Alhamdulillah, semua jemaah haji Aceh telah kembali ke tanah air dengan selamat, semoga semua jemaah haji mendapat haji yang mabrur," ujar Daud Pakeh, dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Kamis, 27 September 2018.
Dengan kembalinya jemaah kloter 12 tersebut, kata Daud Pakeh, total jemaah seluruh kloter dari Aceh berjumlah 4.447 jemaah. Pemulangan jemaah haji Aceh dari kloter pertama sampai kloter 12 berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Semua jemaah dipulangkan ke tanah air sesuai dengan jadwal yang ditentukan dan berjalan lancar hingga kloter terakhir,” ungkapnya.
Untuk itu, Daud Pakeh, juga mengapresiasi para petugas haji, panitia embarkasi dan debarkasi yang telah bekerja maksimal dalam menyukseskan penyelenggaraan haji.
“Terima kasih kami ucapkan kepada semua petugas yang bekerja maksimal siang malam tanpa kenal lelah, baik yang bertugas di Arab Saudi, embarkasi dan debarkasi Aceh. Kesuksesan menuntaskan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji adalah kerja keras semua pihak, termasuk beberapa instansi terkait,” ungkap Daud Pakeh.
Total jemaah yang kembali 4.447 orang dari 4.463 jemaah yang diberangkatkan ke tanah suci sejak Agustus lalu pada musim haji tahun 2018. Namun, menurut Daud Pakeh, empat belas jemaah haji Aceh wafat di Makkah dan Madinah, dan dua jemaah saat ini masih dirawat di Arab Saudi.
“Dua jemaah masih di Madinah, karena dinyatakan tidak layak terbang oleh medis di Arab Saudi. Abdul Jalil Musa dirawat di Rumah Sakit Anshar Madinah Arab Saudi sejak tanggal 20 September 2018, karena mengalami pulmonary oedem + chronic obstructive pulmonary disease atau penyakit paru obstruktif kronik dengan keterbatasan aliran udara yang kronis,” ujarnya.
Ia menambahkan, sedangkan Tinafisah Abdullah Mahmud asal Aceh Utara dari Kloter 4, dirawat di Rumah Sakit Ohud Madinah Arab Saudi. Ia mengalami Pneumonia/Susp Corona. []




