Senin, Juni 24, 2024

HUT Ke-50 Aceh Tenggara,...

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara membuka stan pelayanan...

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...

Realisasi Pendapatan Asli Aceh...

BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2019-2023 melampaui target. Akan...

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...
BerandaNewsTelantar di Batam...

Telantar di Batam Haji Uma Pulangkan Pemuda Aceh Penderita Radang Ginjal

BATAM – T Nurkholis, 18 tahun, pemuda asal Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara menderita radang ginjal dengan kondisi kaki membengkak dan kian memprihatinkan. Selama ini dia merantau dan tinggal di Batam, Kepulauan Riau.

Nurkholis memiliki keinginan untuk pulang ke kampung halaman, namun apa daya tak punya uang. Kakak kandungnya, Cut Suci telah berupaya membantu menjual emas dan menjenguk adiknya di Batam. Namun kini, keduanya tidak memiliki uang yang cukup untuk pulang ke Aceh.

Kabar tentang kondisi T. Nurkholis kemudian sampai kepada H. Sudirman alias Haji Uma yang merupakan anggota DPD RI asal Aceh. Salah seorang warga Aceh di Batam mengabari dan meminta bantuan kepada Haji Uma. Selanjutnya, Haji Uma juga diberikan nomor kontak salah satu anggota keluarga T. Nurkholis di Aceh, Cut Meutia yang juga kakak kandung dari T. Nurkholis.

Menurut Haji Uma, komunikasi telah dilakukan dengan kakak T. Nurkholis dan diketahui bahwa mereka berasal dari keluarga tidak mampu. Melihat keluarga pasrah dengan nasib Nurkholis, Haji Uma pun tergerak membantu pemulangannya.

“Kita akan berupaya membantu pemulangan T Nurkholis ke Aceh, agar nantinya bisa dirawat oleh keluarga di kampung. Keluarga sendiri tidak mampu secara ekonomi untuk biaya pemulangannya ke Aceh,” ujar Haji Uma.

 Saat ini Haji Uma telah membantu tiket pesawat untuk kepulangan Nurkholis dan kakaknya ke Banda Aceh, untuk selanjutnya menjalani pengobatan di RSUD Zainoel Abidin. Rencananya, Jumat, 28 September 2018 sekitar pukul 10.55, kakak beradik itu akan berangkat melalui Bandara Hang Nadim, Batam dan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar sekitar pukul 15.55 WIB.

“Insya Allah, besok mereka akan berangkat ke Aceh dan selanjutnya akan menjalani perawatan di RSUD Zainoel Abidin. Kita sudah komunikasi dengan pihak Dinas Sosial Aceh yang akan menyiapkan ambulan untuk menjemput di Bandara bersama staf saya di Aceh. Dengan pihak RSUD Zainoel Abidin juga sudah dilakukan koordinasi agar dibantu mempercepat prosesnya,” ungkap Haji Uma.

Haji Uma juga meminta kepada pihak keluarga agar berdoa untuk kelancaran pemulangan ke Aceh. Selain itu, Haji Uma turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu, baik masyarakat Aceh di Batam maupun sejumlah pihak terkait lainnya. [] rel

Baca juga: