LHOKSEUMAWE – Anggota DPRK Lhokseumawe, M. Hasbi, S.Sos., MSM., mengecam kontraktor  pembangunan jaringan gas (jargas) di kota ini. Pasalnya, rekanan proyek jargas bersumber dari APBN tahun 2018 itu dua kali melakukan penggalian jalan untuk pemasangan pipa di lokasi yang sama.

“Sekarang sedang dilakukan penggalian jalan di (Gampong) Meunasah Masjid dan Panggoi (Kecamatan Muara Dua) untuk kedua kalinya. Sebelumnya sudah digali untuk dipasang pipa besar, sekarang digali lagi dipasang pipa kecil. Cara kerja kontraktor proyek jargas seperti ini sangat kita sesalkan karena merugikan masyarakat,” ujar Hasbi kepada portalsatu.com/ lewat telepon seluler, Senin, 12 November 2018.

Hasbi menyebutkan, ekses dua kali penggalian untuk pemasangan pipa jargas itu merusak jalan aspal maupun jalan rabat beton. Seharusnya, kata dia, kontraktor proyek jargas tersebut cukup melakukan penggalian sekali saja untuk pemasangan pipa besar dan kecil secara bersamaan supaya tidak merusak jalan yang sudah dibangun dengan APBA dan APBK Lhokseumawe.

“Jalan yang baru dibangun jadi rusak akibat dilakukan lagi penggalian untuk pasang pipa itu. Kesannya, dengan adanya proyek (jargas) dari APBN itu merusak proyek (jalan) dari APBA dan APBK. Ini yang sangat kita sayangkan,” kata Wakil Ketua Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRK Lhkseumawe itu.

Hasbi melanjutkan, selain merusak jalan dan mengganggu akses transportasi masyarakat, ekses penggalian untuk pemasangan pipa jargas itu juga berpengaruh terhadap kegiatan usaha sejumlah pedagang. “Digali jalan di depan toko, sehingga orang yang ingin membeli sesuatu di toko itu menjadi terhambat,” ujar Hasbi yang merupakan anggota dewan dari daerah pemilihan Kecamatan Muara Dua.

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL), Abdul Gani, mengatakan, pihaknya tidak terlibat dalam proyek pemasangan pipa jargas yang sedang dikerjakan di Kecamatan Muara Dua. “Itu ditangani (PT) Torindo dari Jakarta. Kemarin mau dilimpahkan (pekerjaan) kepada kita, tentu saja kita menolak karena sudah akhir tahun,” kata Abdul Gani dihubungi portalsatu.com/ lewat telepon seluler, Senin siang.

Abdul Gani juga memperoleh informasi, ekses penggalian untuk pemasangan pipa jargas itu mengganggu akses masyarakat. “Menurut informasi, pekerjaan itu sedang diburu oleh Torindo agar selesai akhir bulan ini,” ujarnya.

Data diperoleh portalsatu.com/ dari eproc.esdm.go.id, proyek Pembangunan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga di Lhokseumawe, Palembang, Prabumulih, Musi Rawas (17.515 sambungan rumah) senilai Rp202.914.194.000 bersumber dari APBN 2018 di bawah Ditjen Migas Kementerian ESDM. Hasil pelelangan proyek itu dimenangkan PT Torindo Utama Sakti, beralamat di Jakarta Barat. Proyek itu teken kontrak pada April 2018 lalu.[](idg)