SUBULUSSALAM – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam, dr. Sarifin Usman Kombih, mengatakan penderita human immunodeficiency virus dan acquired immune deficiency atau HIV/AIDS dari tahun 2016 sampai 2018 sebanyak 24 kasus, dan lima di antaranya meninggal dunia.
“Jumlah kasus HIV/AIDS yang sudah kita tangani sebanyak 24 dari 2016 sampai 2018,” kata Sarifin Usman Kombih kepada portalsatu.com/, Senin, 12 November 2018.
Hal itu disampaikan Sarifin Usman Kombih menanggapi viralnya isu penderita HIV/AIDS mencapai 152 kasus di Kota Subulussalam beredar di media sosial sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Data yang kami tangani itu 24 kasus, tidak benar sampai 152 kasus, ” kata Sarifin Usman Kombih membantah kabar beredar di medsos tersebut.
Ia menjelaskan, jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 24 orang dengan rincian dari Subulussalam 20, Aceh Singkil dan Pak-pak Bharat masing-masing dua orang. Lima di antaranya meninggal, tinggal 19 lagi penderita HIV/AIDS yang sedang ditangani oleh pihak RSUD Kota Subulussalam.
“Lima meninggal, dua laki-laki dan tiga perempuan,” kata mantan Kepala Puskesmas Penanggalan ini.[]


