SIGLI – Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Pidie, belasan gampong di dua kecamatan terendam banjir, Senin, 2 Januari 2017, pagi. Di lokasi tertentu, ketinggian air hampir mencapai pinggang orang dewasa

Pantauan portalsatu.com, ruas jalan nasional di Kecamatan Padang Tiji teremdam setinggi 20 cm, sehingga sempat membuat macet arus lalu lintas di daerah itu, pagi tadi.

Banjir juga merendam ratusan rumah warga di dua kecamatan akibat hujan deras sejak, Minggu, pukul 21.00 WIB hingga Senin pagi. “Hujan menyebabkan debit air sungai naik sehingga meluap ke perkampungan penduduk, tetapi tidak sampai menggungsi,” kata Asri, Imum Mukim Peudaya, Kecamatan Padang Tiji.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Pidie Apriadi menyebut saat ini banjir sudah surut. “Sejumlah penduduk di Gampong Kupula dan Tanjong, Kecamatan Padang Tiji sempat mengungsi tadi pagi. Namun, kini sudah kembali ke rumah mereka,” ujarnya.

Di Kecamatan Padang Tiji, sembilan gampong sempat terendam banjir, yakni Gampong Meunasah Tanjong, Seumanyam, Meunasah Kupula, Gampong Pasar, Gampong Leun, Cot Kutapang. Gampong Siren Tanjong, Gampong Meria dan Gampong Khang Tanjong.

Sementara di Kecamatan Delima, banjir terjadi akibat luapan Sungai Reubee setelah hujan deras. Gampong Meunasah Neulhop dan Pasar Reubee di kecamatan itu sempat terendam banjir.

Muhammad, salah seorang warga Neulhop mengatakan, rumahnya sempat masuk air pada pukul 10:00 WIB tadi. Kata dia, banjir itu akibat luapan sungai yang pintu airnya tidak dibuka saat hujan deras, sehingga terjadi luapan.

“Kami lihat air sungai meluap karena pintu air di irigasi tidak dibuka, sehingga air tertahan dan meluap ke pemukiman penduduk,” terangnya.[]