LHOKSEUMAWE – Empat warga Rohingya yang sudah dua tahun tinggal di lokasi penampungan pengungsian di Medan, Sumatera Utara, tiba-tiba datang ke kamp pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK) Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Dari empat warga Rohingya itu, salah seorang di antaranya wanita hamil dan dua masih anak-anak. Mereka bernama Jamila Bibi, Shalay Rubina Bibi, Hazara Bibi, dan Usman Ghoni. Keempatnya tiba di kamp BLK Lhokseumawe, Ahad, 2 Mei 2021.
Program Officer Geutanyoe Foundation (Yayasan Geutanyoe), Chalik Mawardi, Selasa, 4 Mei 2021, mengatakan informasi pihaknya peroleh dari warga Rohingya itu, alasan mereka datang ke Lhokseumawe karena di Medan tidak lagi mendapatkan penanganan berbasis ekonomi dari pihak lembaga internasional.
“Dari empat warga Rohingya itu, dua ibu dan dua anak-anak. Salah satu di antaranya ibu hamil sembilan bulan dan tinggal menunggu melahirkan. Berdasarkan keterangan yang kita peroleh dari mereka bahwa di sana anak-anak tersebut tidak mendapatkan pendidikan yang layak seperti di kamp BLK ini. Mereka datang ke sini dengan harapan bisa mendapat akses makanan, kesehatan dan pelayanan lainnya,” kata Chalik Mawardi kepada wartawan, Selasa, sore.
Akan tetapi, kata Chalik Mawardi, pihaknya belum mengetahui secara jelas bagaimana mereka bisa langsung sampai ke tempat pengungsian di Lhokseumawe. “Tentu ada pihak yang memberitahukan kepada mereka tentang lokasi ini. Karena keempat warga Rohingya termasuk anak-anak itu mereka turun dari bus arah Medan,” ucapnya.
“Mereka sudah dua tahun menetap di Medan, dan berbeda gelombang dari etnis Rohingya yang sudah dipindahkan ke Medan dari Lhokseumawe beberapa hari lalu. Saat ini jumlah warga Rohingya di kamp BLK Lhokseumawe menjadi 14 orang, karena sisa 10 orang kemarin itu tidak ikut dipindahkan ke Sumatera Utara,” ujar Chalik Mawardi.
Menurut Chalik, pada prinsipnya Yayasan Geutanyoe tetap membantu mereka yang ada di Kamp BLK Lhokseumawe, baik makanan, pendidikan, kesehatan dan lainnya. “Karena ada beberapa lembaga lain juga yang masih konsen untuk menangani pengungsi Rohingya di sini,” tuturnya.
Sementara itu, Communication Officer International Organization for Migration (IOM), Rina, dikonfirmasi portalsatu.com/ melalui pesan WhatsApp, mengatakan pihaknya baru mendapat kabar empat Rohingya itu tiba di BLK Lhokseumawe dari Medan. Saat ini pihak IOM terus berkoordinasi dengan UNHCR maupun pemangku kepentingan terkait.
“Sebagai informasi, saat ini kami sudah melakukan pengecekan kesehatan, karantina, dan juga sudah kontak dengan pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) karena ada yang sedang hamil juga,” ujar Rina.[]




