Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaDua Wanita Mencuri...

Dua Wanita Mencuri Emas dari Anak-anak Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE – Polisi menangkap dua wanita sebagai tersangka pencuri emas yang dikenakan anak-anak, di sebuah tempat usaha laundry Gampong Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Dua wanita itu merupakan kakak adik.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arief Sukmo Wibowo, saat konferensi pers di mapolsek setempat, Kamis, 15 November 2018, mengatakan, kedua tersangka itu berinisial Yus (34), dan adiknya, Nur (25), warga Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti.

Menurut Arief, tersangka Yus dan Nur mengambil gelang emas seberat 4,95 gram dan kalung emas seberat 3,9 gram senilai Rp4,7 juta dari anak-anak berusia dua tahun di Nabila Laundry, Gampong Kutablang, 2 November 2018.

“Kedua tersangka merupakan kakak adik. Saat itu mereka datang ke lokasi laundry dengan tidak membuka helm. Salah seorang tersangka berpura-pura menanyakan tentang parfum sambil menutupi tersangka satu lagi agar tidak terlihat saat melakukan aksinya dengan menarik gelang dan kalung emas yang digunakan oleh anak (korban) itu. Kemudian mereka bergegas pergi dari lokasi tersebut,” kata Arief.

Arief menyebutkan, kedua tersangka ditangkap di Ujong Blang, 3 November 2018. Dari kasus itu, polisi mengamankan barang bukti satu sepeda motor  Honda Beat warna hitam, satu sepeda motor Yamaha Lexi warna merah, dua lembar surat emas, dua buah helm merk GM, satu tas perempuan, sebuah jam tangan, satu jilbab, satu celana, dan satu flashdisk berisi file rekaman CCTV. Kedua tersangka itu dijerat dengan pasal 363 jo 362 jo 55 KUHP tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara.

“Diduga tersangka itu melakukan aksinya sejak tiga bulan lalu, karena ada beberapa lokasi lainnya di Lhokseumawe juga terjadi hal yang sama dengan sasaran terhadap anak-anak,” ujar Arief.

Untuk itu, Arief mengimbau kepada masyarakat agar tidak lengah saat membawa anak-anak berpergian. “Karena pelaku pencurian saat ini sudah sangat profesional, tanpa melakukan kekerasan, pelaku bisa mengelabui korban dengan berbagai cara untuk mengambil barang perhiasan yang dikenakan oleh korban, terlebih terhadap anak-anak,” katanya.[]

Baca juga: