ANKARA – Duta Besar Indonesia untuk Turki, Wardana, menceritakan kepada Anadolu Agency tentang pengalamannya saat malam terjadinya upaya kudeta Turki, 15 Juli 2016 lalu.
Pada saat berada di kediamannya di Ankara, Wardana bercerita, dia mendengar suara-suara ledakan tembakan jet tempur dan helikopter.
Wardana mengatakan, malam itu dia dapat melihat pesawat jet dan helikopter terbang sangat dekat dengan atap tempat tinggalnya.
Dia menuturkan kala itu dirinya sangat terusik dengan suara-suara ledakan yang terdengar dalam waktu yang cukup lama.
Setelah menyadari hal tersebut merupakan sebuah upaya kudeta, dia pun mendoakan rakyat dan pemerintah Turki agar bisa melewati semua itu.
Wardana menjelaskan, dirinya dapat memahami keadaan usai mendengar pernyataan Presiden Erdogan. Setelah itu, dia langsung melaporkan tentang apa yang terjadi di Turki kepada pemerintah di Jakarta serta membuat pernyataan untuk para awak media.
Dia mengatakan pihak Kedutaan telah berkomunikasi dengan warga Indonesia di Turki selama kejadian tersebut. Wardana mengimbau para warga untuk tetap tenang dan melaporkan kejadian-kejadian darurat kepada pihak Kedutaan.
Kedutaan besar Indonesia juga banyak menerima telepon dari anggota keluarga para mahasiswa dan pekerja yang tinggal di Turki. Menghadapi situasi itu, dia kemudian meyakinkan keluarga para mahasiswa dan pekerja Indonesia bahwa anggota keluarga mereka dalam keadaan aman dan baik-baik saja.
Usai mendengar seruan Erdogan dan suara-suara panggilan dari masjid untuk melakukan perlawanan, Wardana juga sempat menyaksikan rakyat Turki yang tumpah ke jalan dan siap mempertaruhkan nyawa demi membela negaranya.
Dia mengaku kagum atas keberanian warga Turki yang luar biasa dalam membela demokrasi di negara mereka.
“Malam itu, persatuan nasional menang dan kudeta berhasil dikalahkan. Saya mendoakan perdamaian, kemajuan dan kemakmuran bagi rakyat Turki, ” ujar Wardana.[]Sumber:anadolu agency



