SEMARANG – Pageralan Dugderan adalah budaya jelang bukan Ramadhan di Semarang, Jawa Tengah. Tahun lalu diikuti sekira 9.000 peserta, mereka menampilkan aneka tarian dan beragam kostum. Traveler pun ikut bersuka cita, dengan pageralan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang tahun ini berusia 135 tahun.

Setiap tahun, di acara ini peserta menampilkan tari-tarian sambil membawa Warak Ngendhog dari kayu warna-warni. Setelah itu Hendrar memukul bedug tanda karnaval dimulai siang.

Barisan peserta karnaval yang memakai atribut atau kostum menjadi daya tarik karnaval. Sejumlah boneka Warak Ngendhok dan Kembang Manggar dari kertas dan lidi. Atraksi marchingband dari siswa-siswa sekolah Semarng turut meramaikan suasana.

Rombongan berjalan sepanjang Jalan Pemuda yang sudah dipenuhi warga yang ingin menyaksikan karnaval sampai ke Masjid Agung Semarang Kauman. Di barisan karnaval paling belakang ada pejabat-pejabat yang menaiki kereta kuda di awali kereta kencana yang ditumpangi Hendrar dan istrinya.

Biasanya di Masjid Agung Semarang, dilakukan pembacaan Sukuf Qolakho Halaqah, penabuhan bedug diiringi bunyi meriam, pembagian air Alquran. Ada juga pembagian kue ganjel rel yang berjumlah ribuan kue. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah untuk prosesi penyerahan Sukuf Qolakho Halaqah kepada Gubernur Jawa Tengah.

Sejarah tradisi Dugderan berawal ketika Pemerintah Kanjeng Bupari RMTA Purbaningrat memberanikan diri menentukan awal puasa tahun 1881 dengan membunyikan Bedug Masjid Agung dan meriam. Suara bedug dan meriam “dug..dug..der..der..der” menjadi awal nama Dugderan.

Tradisi memasuki bulan Ramadhan itu menarik minat pedagang untuk menggelar pasar yang kemudian menjadi tradisi selama seminggu sebelum hari pertama pertama puasa.

Biasanya pasar Dugderan dihiasi dengan berbagai wahana permainan seperti di pasar malam yang digelar di depan Pasar Johar. Tahun 2015 lalu pasar bersejarah tersebut habis dilalap api sehingga pasar Dugderan ditiadakan dan diganti dengan lomba Warak Ngendhok.[]Sumber:detik