BLANGKEJEREN – Empat kelas gedung Pesantren Ruhul A'zham Gunyak, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, ambruk setelah hujan deras dua minggu lalu. Longsor di seputaran pesantren itu juga menyebabkan satu ruangan kelas tertimbun tanah.
Bripka Julianto Pane, Kanit Bin Tibmas Polres Gayo Lues, pendiri Pesantren Ruhul A'zham, ditemui portalsatu.com/, Selasa, 19 Januari 2021, mengatakan tanah longsor hingga ambruknya gedung pesantren terjadi saat siswa dan siswi sedang libur kemarin, sehingga tidak ada korban luka.
“Yang ambruk satu unit gedung dua tingkat, dengan jumlah empat kelas. Kemudian yang tertimbun tanah longsor satu kelas,” kata pria yang akrab disapa Ustaz Julianto Pane itu.

(Bripka Julianto Pane, pendiri Pesantren Ruhul A'zham saat melihat satu kelas tertimbun tanah longsor. Foto: Win Porang)
Akibat bencana tersebut, Ustaz Julianto Pane mengaku proses belajar mengajar sangat terganggu. Selain bekas tanah longsor masih di kompleks pesantren, ruang belajar juga terpaksa dialihkan ke asrama santri yang seharusnya menjadi tempat istirahat santri.
“Untuk sementara, keuangan Pesantren Ruhul A'zham belum cukup melakukan perbaikan terhadap empat gedung yang ambruk dan satu ruangan yang tertimbun longsor ini. Kami sedang berupaya mencari solusinya, dan kami hanya memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat agar diberikan kekuatan dalam musibah ini,” ujarnya.
Hingga hari ini, Pesantren Ruhul A'zham milik anggota Polri ini memiliki 565 santri yang tergabung dalam sekolah MIS, MTSS, dan MAS. Sedangkan jumlah ruang belajar (kelas) 20 unit, dan 22 asrama. Dengan begitu, pesantren itu masih kekurangan empat ruang kelas untuk belajar.
“Pak Bupati, Pak Kapolres dan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah pernah datang ke sini melihat kejadian secara langsung, tapi untuk solusi perbaikan baik dari BPBD maupun dari yang lain, yang kami ketahui belum ada,” katanya saat ditanya apakah setelah musibah ada didatangi pihak terkait Pemda Gayo Lues.[]



