Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
BerandaEmpat Terduga Agen...

Empat Terduga Agen Imigran Rohingya Diserahkan ke Polisi

LHOKSEUMAWE- TNI Komando Distrik Militer (Kodim) 0103 Aceh Utara  menyerahkan 22 warga Rohingya yang sempat diamankan pada Sabtu, 12 Desember 2020, kepada pihak Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe. Sedangkan empat terduga agen (penjemput) imigran dari kamp itu sudah diserahkan ke Polres Lhokseumawe.

Para agen baik di dalam maupun di luar kamp penampungan berusaha menjemput dan mengeluarkan etnis Rohingya dari Balai Latihan Kerja (BLK), Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, dan dua orang Rohingya lainnya yang menjadi korban dari perlakuan agen (penjemput) tersebut.

Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, mengatakan, sebelumnya memang ada seorang agen diduga terlibat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berinisial HA (42), perempuan yang ditangkap. Namun, pada Sabtu malam itu pihaknya juga berhasil menangkap tiga orang lainnya, di antaranya berinisial MM (laki-laki), A dan R. Sedangkan A dan R adalah perempuan warga Rohingya di kamp yang menjadi agen untuk membawa lari Rohingya lainnya yang ada di tempat pengungsian tersebut.

“Berdasarkan pemeriksaan awal bahwa ini dua jaringan yang berbeda, namun sumbernya satu yakni dari Malaysia. Untuk 22 orang Rohingya (korban) yang kita amankan pada Sabtu (12 Desember 2020), itu sudah kita serahkan kepada pihak Imigrasi Lhokseumawe untuk diserahkan ke UNHCR kembali. Kalau empat terduga agen tersebut sudah diserahkan kepada Polres Lhokseumawe,” kata Oke Kistiyanto, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin 14 Desember 2020.

Menurut Oke Kistiyanto, jika berbicara secara keamanan, pihaknya hanya mengontrol kejadian di luar, dan menjaga masyarakat agar tidak terpengaruh atau terimbas dari sesuatu yang terjadi di dalam kamp. Terduga agen yang dimaksudkan itu ada dua gelombang sebenarnya, pertama berinisal HA (perempuan), sementara gelombang kedua adalah satu orang laki-laki berisial MM (WNI), dan dua lainnya merupakan warga Rohingya berinial A dan R.

“Modusnya masih seperti kejadian sebelumnya. Jadi, ada agen yang di dalam kamp yang bertugas untuk mengeluarkan pengungsi Rohingya di lokasi pengungsian. Kemudian ada juga agen yang di luar berperan untuk menjemput pengungsian Rohingya, akhirnya mereka dikumpulkan di suatu titik. Ketika kita melakukan penangkapan itu, mereka ditangkap pada titik tersebut,” ungkap Oke Kistiyanto.[]

Baca juga: