BLANGKEJEREN – Enam warga Desa Suri Musara, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, reaktif hasil rapid test. Satu keluarga itu kini diisolasi di Rumah Sakit Muhammad Ali Kasim (MAK) dan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) sampai hasil uji swab keluar.
Suhaidi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Ketua Harian Tim Gugus Tugas Kabupaten Gayo Lues, Senin, 17 Agustus 2020, di Kompleks Kantor Bupati setempat mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan riwayat perjalanan keluarga yang reaktif rapid test itu sembari menunggu hasil uji swab dari Banda Aceh.
“Sempel swab-nya yang reaktif itu sudah kita kirim ke Lab Unsyiah Banda Aceh dua hari yang lalu. Mudah-mudahan dua hari ke depan hasilnya sudah keluar, dan mudah-mudahan negatif Covid-19,” katanya.
Berdasarakan keterangan tetangga keluarga reaktif rapid test itu, perjalanan yang pernah dilakukan beberapa hari lalu hanya ke Kabupaten Bener Meriah. Sepulangnya dari sana, satu keluarga tersebut langsung reaktif rapid test yang dilakukan di RSUD MAK.
“Jadi pertamanya, satu orang yang reaktif rapid test ini mengalami gangguan jiwa, dan keluarganya memutuskan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Namun karena dalam situasi Covid-19, pihak Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh meminta syarat agar yang datang ke sana negatif Covid-19,” jelas Suhaidi.
Untuk melengkapi syarat, warga yang mengalami gangguan kejiwaan itu dilakukan rapid test di RSUD MAK, dan hasilnya reaktif rapid test. Kemudian keluarganya juga dilakukan rapid test. Dari beberapa orang yang di-rapid test, lima orang lainya juga reaktif.
“Jadi, posisi sekarang ini, warga yang mengalami ganguan jiwa itu diisolasi di RSUD MAK, dan lima orang lainya diisolasi di gedung BLK sampai hasil uji swabnya keluar. Kalau nanti hasilnya negatif, maka yang gangguan jiwa bisa dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh, dan keluarganya juga bisa pulang ke rumah. Tetapi kalau hasilnya positif, akan dilakukan isolasi sampai sembuh,” kata Suhaidi yang menyatakan semua kebutuhan pasien itu ditanggung Tim Gugus Tugas Covid-19.
Suhaidi mengimbau seluruh masyarakat menunda dahulu perjalanan ke luar daerah jika tidak mendesak dan mematuhi protokol kesaehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tanggan, menjaga jarak hingga membatasi keluar rumah supaya terhindar dari Covid-19.
“Namun bagi yang terpaksa keluar daerah, pastikan membuat surat pas jalan tiga rangkap, den bersedia dikarantina mandiri sepulang dari luar daerah. Sedangkan bagi warga luar daerah yang hendak datang ke Gayo Lues di setiap pos perbatasan harus bisa menunjukan surat negatif rapid test atau negatif uji swab. Jika tidak ada itu akan diasuruh pulang oleh petugas,” pungkasnya.[]



