Engkaulah wajah rembulan
yang sempurna.
Menerjemahkan sinaran mentari
beserta ayat ayat semesta.
Kebisuan malam telah terpukau
dengan selendang cahayamu.
Bahkan sebutir debu menjadi mutiara
saat mengenalmu.

Sungguh, zaman akhir penanda hadirmu
semakin menua. 
Lembar lembar Risalah Lama telah lapuk oleh penyimpangan
Sedang mu'jizat terbesarmu
terus mewarnai peradaban
dan menyibak kekerdilan manusia
tentang rahasia penciptaan, dari gelap sulbi ke ufuk semesta raya.[]

Taufik Sentana
Peminat sastra profetik.