LHOKSUKON – Calon Bupati Aceh Utara Fakhrurrazi H. Cut (F Rozi) menilai usulan eksekutif untuk pengadaan mobil dinas baru bupati-wakil bupati senilai Rp2 miliar tidak logis lantaran terlalu mewah. F Rozi menyebut kapasitas mobil dinas bupati itu hanya sekitar Rp500 juta-Rp700 juta.
“Menurut saya secara pribadi, saat ini, kebutuhan mobil baru itu belum mendesak. Apalagi fasilitas yang sudah ada saat ini sangat optimal untuk digunakan,” kata F Rozi menjawab portalsatu.com via telepon seluler, Selasa, 13 Desember 2016.
F Rozi melanjutkan, lebih baik anggaran sebesar itu digunakan untuk pembangunan rumah kaum dhuafa, sehingga akan lebih bermanfaat.
“Rp2 miliar untuk mobil dinas bupati-wakil (wabup) itu sangat tidak logis dan terlalu mewah. Angka itu mungkin lebih pantas untuk mobil dinas gubernur. Menurut saya, kapasitas mobil bupati-wakil itu hanya sekitar Rp500 juta hingga Rp700 juta saja,” pungkas F Rozi.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Aceh Utara mengusulkan pengadaan dua mobil baru untuk bupati dan wakil bupati senilai Rp2 miliar. Tahun depan telah kita usulkan dua mobil dinas bupati dan wakil bupati sebesar Rp2 miliar. Untuk merek belum tahu, karena yang kita usulkan nilai dananya saja, ujar Kabag Umum Setda Aceh Utara Fauzan kepada portalsatu.com, 8 Desember 2016. (Baca: Aceh Utara Usulkan Mobil Baru Bupati dan Wabup Rp2 Miliar)
Ketua Kelompok Kerja Badan Anggaran DPRK Aceh Utara Tgk. Junaidi mengatakan, usulan eksekutif terkait dana Rp2 miliar untuk pengadaan mobil dinas bupati dan wakil bupati belum sampai ke dewan. Ia berjanji pihaknya akan merasionalkan dana untuk mobil dinas itu ketika sudah menerima rancangan anggaran yang diusulkan eksekutif. (Baca: Usulan Pengadaan Mobil Bupati-Wabup Rp2 M Belum Sampai ke Dewan)[]


