Nama Allah (Asmaul Husna) ke-40 bernama “AlHasib”. Zikir ini bermakna memperhitungkan segala hal. Segala sesuatu diciptakan dan diatur-Nya dengan perhitungan yang amat teliti dan benar. Setiap sesuatu diciptakan dan dijadikan dalam perhitungan-perhitungan yang sejelas-jelasnya. Allah SWT mengetahui apa saja sebenarnya berkenaan urusan seseorang sepanjang hayat, yaitu memberikan jaminan kecukupan kepada seluruh hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.

Banyak ayat Alquran yang menjelaskan Al-Hasib.  Di antaranya, “Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah maka Dia akan mencukupinya”. (Ath-Thalaq: 3). Dalam ayat lain berbunyi, “(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan”. (Al-Ahzab [33]: 39).

Al-Hasib yang bermakna al-Kafi memiliki dua makna, yaitu al-Kafi dalam memberikan kecukupan dan al-Kafi dalam memberikan wadah untuk dicukupi. Al-Kafi di sini yang dimaksud adalah mencukupi kebutuhan pokok manusia. Allah telah menciptakan otak manusia sehingga cukup untuk menampung banyak ilmu, bahkan tidak pernah penuh. Apa yang dilakukan manusia hari ini sehingga dapat membuat pesawat dan lainnya, itu baru 2 persen dari ilmu yang ada di otaknya. Hal ini yang perlu dicermati. Ini sifat yang tidak dapat digambarkan dan dimiliki kecuali untuk Allah Ta’ala, karena adanya dan terus menerus adanya serta kesempurnaan adanya itu hanya Allah Ta’ala. Dalam alam semesta tidak ada satu pun yang dapat mencukupi terhadap segala sesuatu kecuali hanya Allah Yang Maha Mencukupi

Allah SWT yang mencukupi kebutuhan setiap hamba. Sebelum Allah memberi rezeki kepada manusia, Allah ciptakan dalam diri manusia untuk menampung kecukupan tersebut. Allah telah menciptakan badan manusia dengan takaran kecukupannya sehingga tidak mengganggu manusia itu sendiri. Apalagi bila manajemen makannya benar, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk napas. Manajemen itu akan membuat hidup manusia sangat hemat, baik hemat secara uang atau pun hemat karena sehat secara badan.

Hal semacam itu jarang dicermati oleh manusia. Seandainya Allah menciptakan badan manusia sebesar gunung, berapa meter manusia perlu bahan untuk membuat pakaian. Kalau Allah ciptakan badan manusia bercabang-cabang, tentu susah mencukupinya. Allah telah menciptakan manusia sesuai porsinya sehingga mudah untuk membuat pakaiannya.

Fadhilah zikir Al-Hasib

Pertama, seseorang yang mengukuhkan pekerjaan atau kedudukan yang telah kita pegang, amalkan zikir “Ya Hasib sebanyak 777 kali sebelum matahari terbit dan setelah salat Magrib, Insya Allah akan memperteguhkan kedudukan kita tanpa  gangguan.

Kedua, apabila seseorang takut terhadap orang lain atau suatu perkara, ucapkanlah  Ya Hasib 70 kali setiap hari, bermula pada hari Kamis. Apabila tiba hari ke 71 ucapkan “Allah Maha Penghitung atau Habiyallah-ul-Hasib”. Insya Allah, ia akan selamat dari ancaman dan bahaya.

Ketiga, seseorang yang berusaha  memajukan perniagaan, amalkan zikir Ya Hasib sebanyak-banyaknya setelah salat Duha, Insya Allah, perniagaan yang diusahakan tanpa masalah besar.[]