IDI RAYEK – Pelayanan pasien jalur umum di RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur dinilai mengecewakan. Pasalnya fasilitas kamar dengan harga yang dikeluarkan pasien sangat timpang. Lebih-lebih jika dibandingkan dengan tarif rumah sakit swasta lainnya di Aceh Timur.

Hal itu dikeluhkan salah seorang keluarga pasien kepada portalsatu.com, Selasa, 7 Juni 2016.

“Kami pihak keluarga kecewa dengan fasilitas kamar yang diberikan pihak RSUD dr. Zubir Mahmud, karena di dalam kamar hanya tersedia kamar mandi, AC rusak, lemari kecil dan tempat tidur biasa. Sedangkan sewa kamar mencapai Rp 297.000 per hari,” ujar Bahrumsyah, abang kandung dari pasien atas nama M.Yunus warga kecamatan Idi Rayek, kepada portalsatu.com, Selasa, 07 Juni 2016.

Dia mengatakan, adiknya M. Yunus, masuk dan dirawat inap di Kamar Kelas I Marwah 8, mulai Senin kemarin sekira pukul 14:00 WIB. Untuk mendukung kenyamanan pasien, pihak keluarga memilih masuk melalui jalur umum, tidak menggunakan jalur BPJS.

Namun setelah pihak keluarga pasien melihat dan menilai antara harga yang dibayar dengan fasilitas tidaklah sebanding. Bahkan di dalam kamar tidak dilengkapi dengan televisi, dispenser dan lemari pendingin layaknya fasilitas VIP lainnya.

“Tempat tidurpun tempat tidur biasa, bukan springbed sebagaimana tersedia rumah sakit swasta lain di Aceh Timur untuk Kelas I,” tkata Bahrumsyah seraya menambahkan, tarif dokter spesialis mencapai Rp 140.000 dalam sekali kunjungan, sedangkan di RS swasta hanya Rp 60.000 perkunjungan.

Sementara itu Bahrumsyah mengaku sudah mendatangi pihak manajemen RSUD dr. Zubir Mahmud. “Saya sudah mendatangi salah satu staf di bagian humas RSUD dr. Zubir Mahmud, tapi jawabannya tetap berpatokan kepada standar yang tersedia di sana,” ujar Bahrumsyah.

Secara terpisah Humas RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur, Cut Sofiana,  membenarkan sebagian fasilitas di Kamar Kelas I Marwah 8 belum memenuhi seluruh fasilitas.

Dia beralasan karena kondisi RS masih dalam tahap transisi dari gedung lama ke gedung baru, begitu juga dengan fasilitas lain seperti TV dan lainnya masih dalam tahap pengadaan.[](ihn)