BANDA ACEH – Juru Bicara Front Revolusioner Muda Aceh (ForMa), Ari Riski Utama Parinduri, mengecam keras penembakan di Aceh Timur yang menewaskan seorang warga, Selasa, 6 Desember 2016 pagi. Dia menilai pembunuhan tersebut tidak berperikemanusiaan dan akan mengusik perdamaian Aceh.

“Terlepas apa motif pelaku, baik motif pribadi maupun motif tertentu,” kata Ari Riski, kepada portalsatu.com, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurutnya kasus-kasus kekerasaan seperti ini akan menimbulkan efek yang berkepanjangan. Apalagi Mukhsin yang menjadi korban ditembak di depan anaknya.

“Setelah ia besar, pasti ia akan mencari pelaku maupun keluarganya, masyarakat sering menyebutnya tueng bila,” katanya.

Selain itu, Ari menduga, masyarakat akan memultitafsirkan kasus penembakan ini dan akan mengait-ngaitkan dengan pemilihan kepala daerah. Ditambah lagi kasus kriminal bersenjata api akan berdampak bagi ekonomi, karena menakutkan investor yang datang ke Aceh.

“Kami atas nama pemuda dan mahasiswa meminta kepada Kapolda serta seluruh jajaranya untuk mengungkap seluruh motif dan pelaku di balik kejadiaan ini, dan pelaku dapat diproses secara hukum,” katanya.

ForMa juga berharap kasus seperti ini tidak terjadi lagi ke depan. “Mari bersama-sama kita merawat perdamaian, jangan usik perdamaian Aceh,” katanya.

Dia mengatakan jika kasus seperti ini terulang, maka kondisi Aceh tidak lagi aman. Padahal, kata dia, semua masyarakat ingin Aceh ini damai dan tentram.

Ari juga meminta kepada seluruh pemangku jabatan di Aceh, baik Plt Gubernur, Pagdam, Kapolda dan Kajati untuk terus berupaya menjaga dan merawat perdamaian. “Bukan hanya mereka, tapi (merawat perdamaian juga) tangung jawab seluruh calon/kandidat serta masyarakat Aceh khususnya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Mukhlisin, warga Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayek, Aceh Timur, ditemukan tewas ditembak di bagian kepala. Kejadian tersebut terjadi di Gampong Meunasah Keutapang, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, Selasa, 6 Desember 2016 pagi tadi. 
Berdasarkan informasi pihak kepolisian,

Mukhlisin diketahui tewas ditembak tersebut bermula saat seorang warga melihat korban terletak di badan jalan. Saat diperiksa korban sudah meninggal dan ada bekas tembakan di bagian kepala. Warga pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Darul Aman.

Dari warga, polisi juga menemukan informasi ada sepeda motor yang lewat dari arah TKP dengan jenis CBR warna merah hitam. Sepeda motor itu ditumpangi oleh dua orang dengan ciri berbadan besar.[]