PIDIEJAYA – Tidak hanya bangunan yang runtuh akibat gempa 6,5 SR di Pidie Jaya, tapi sejumlah ruas jalan Medan-Banda Aceh di kawasan itu juga retak parah seperti “terbelah”, terutama di kawasan Trienggadeng-Panteraja.

“Retakannya besar, sangat berbahaya bagi pengguna jalan terutama mobil dan sepeda motor, kita coba pasang papan peringatan agar pengguna berhati-hati saat melewatinya,” ujar Ruslan, warga Panteraja dihubungi portalsatu.com, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurut nelayan tersebut, retakan parah terjadi mulai dari jembatan bengkolan Trienggadeng sampai lokasi jembatan besi Panteraja, kira-kira sejauh satu kilometer.

Ruslan mengatakan, jalan tersebut pernah mengalami kerusakan parah saat gempa dan tsunami tahun 2004, kemudian telah diperbaiki.

“Untuk sementara kami minta pemerintah segera memasang rambu peringatan sembari menunggu adannya perbaikan,” sebut Ruslan.[]

Laporan Munir