BANDA ACEH – Sekjen Forum Penyelamatan Danau Laut Tawar (FPDLT) berjanji akan mendorong pemerintah untuk berani mengambil tindakan tegas membersihkan bangunan sepanjang danau yang tidak sesuai aturan, dan mengembalikan kampung seputaran sebagai kawasan budaya.
“Harus ada tindakan tegas dari pemerintah, termasuk mengevaluasi kembali bangunan seperti Hotel Renggali yang menjadi penyebab awal berdirinya bangunan sepanjang danau,” kata Khalisuddin saat berpidato selepas terpilih sebagai Sekjen FPDLT di Offroom Kantor Bupati Aceh Tengah, Sabtu, 3 Desember 2016.
Khalis menyebutkan, saat ini kerusakan danau sudah sangat mengkhawatirkan, karena sejak dulu tidak ada aturan yang mengatur pembangunan danau.
“Waterpark di tepi danau juga harus ditinjau kembali karena limbahnya,” kata Khalis.
Khalis juga menyebutkan target pertama yang akan dilakukan adalah menyelesaikan qanun tentang danau.[]


