Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaBerita Aceh UtaraForum Sinergi Bersama...

Forum Sinergi Bersama Kebangkitan Ekonomi Dayah Hasilkan Konsorsium Dayah Se-Aceh

LHOKSUKON – Pemilik Dayah Kupi, Drs. Tgk. H. Syahrul selaku Inisiator Pendiri Konsorsium Dayah se-Aceh, mengadakan pertemuan dengan para ulama, pengusaha, pimpinan perguruan tinggi negeri, dan pimpinan daerah, di Dayah Kupi, Syamtalira Aron, Aceh Utara, Kamis, 8 September 2022.

Acara bertajuk “Sinergi Bersama Untuk Kebangkitan Ekonomi Dayah” ini dipandu moderator Ir. Muhammad Hatta, M.T., Koordinator Humas dan Kerja Sama Politeknik Negeri Lhokseumawe.

H. Syahrul memaparkan data tahun 2022 jumlah dayah atau pondok pesantren di Aceh sebanyak 1.626 dan santri serta guru ngaji sekitar 250.000 orang.

“Bayangkan, jumlah santri yang sangat besar menjadi ujung tombak dalam memajukan ekonomi dayah dan masyarakat. Kita sudah memiliki pasar sendiri, kita butuh branding dan itu adalah dayah,” ujar pengusaha sukses di Malaysia asal Lhoksukon itu.

Pendiri Dayah Madinah Lhoksukon tersebut menjelaskan tujuan pendirian Konsorsium Dayah ini untuk menuju kemandirian ekonomi dayah, meningkatkan kemampuan ekonomi, dan pendapatan dayah, serta melahirkan generasi dayah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat berkewirausahaan (kewiraswastaan).

Mewakili ulama dayah, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab akrab disapa Tu Sop Jeunieb, menyatakan mendukung dan optimis dengan ide besar disampaikan H. Syahrul itu.

Menurut Ketua Umum PB HUDA ini, untuk membangun sebuah usaha harus diatur sistem. Tu Sop sependapat dengan inisiator Konsorsium Dayah ini bahwa harus dilakukan survei untuk melihat pangsa pasar.

Ketua MPU Aceh Utara, Tgk. H. Abdul Manan atau Abu Manan Blang Jruen, mendukung ide besar ini, dan menyarankan H. Syahrul berada di garda terdepan, sementara para ulama ikut bersama.

Ketua Tastafi Pusat, Tgk. H. Muhammad Amin Daud atau Ayah Cot Trung, juga mendukung ide besar ini. Ia berharap agar disiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola Konsorsium Dayah tersebut. “Bersama Kita Bisa,” ucapnya.

Pj. Bupati Aceh Utara, Azwardi Abdullah, AP., M.Si., menegaskan Pemkab mendukung pendirian Konsorsium Dayah tersebut. Azwardi memberi ilustrasi terkait potensi ekonomi dengan jumlah santri dan guru sebanyak 250.000 seluruh Aceh.

“Jika mereka membeli odol atau pasta gigi saja, karena tidak ada orang yang tidak menggosok gigi, maka berapa jumlah odol yang harus kita pasok ke market yang ada di dayah. Ini potensi luar biasa untuk penguatan ekonomi umat,” ujar Azwardi.

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra, mendukung dan optimis forum sinergi bersama pendirian Konsorsium Dayah se-Aceh ini akan mampu diwujudkan secara bersama.

Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr. Danial, mengatakan ada tiga potensi dimiliki dayah di Aceh. Yakni, kepercayaan masyarakat kepada dayah, sistem yang dibangun, dan peran guru untuk membangun jaringan.

Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Ir. Rizal Syahyadi, M.Eng.Sc., mendukung lahirnya Konsorsium Dayah se-Aceh untuk penguatan ekonomi umat. Ia menyarankan agar memilih produk yang akan dikelola, dan membangun sistem untuk menghindari kecurangan. “PNL pun siap mendukung terlaksana Konsorsium Dayah ini,” ujarnya.

Hariadi yang hadir selaku pengusaha menyatakan tertarik dengan tema sinergi bersama. Kalau memang berat untuk membentuk sebuah konsorsium, kata dia, kita membangun emiten baru, IPO dan juga saham. Ia juga mengingatkan agar membangun sistem untuk mengurangi risiko rugi, serta mengusulkan bidang kesehatan, misalnya mendirikan Dayah Medical Center.

Acara tersebut berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa dibacakan Tgk. H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi.

Turut hadir Tgk. H. Muhammad Jafar (Abi Jafar Lueng Angen), Tgk. H. Baihaqi (Baba Panton), Tgk H. Anwar Usman (Abiya Kuta Krueng), Tgk. Jamaluddin Ismail (Walidi Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon), Walidi Paloh Gadeng, Tgk. H. Ibnu Sakdan (Ketua HUDA Aceh Utara), Tgk. Zulfadli/Waled Landeng (Sekjend Tastafi Aceh Utara), dan Waled Muniruddin (Pimpinan Dayah Madinah Lhoksukon), Tgk. Zulkarnaini (Abana Simpang Dama), Tgk. Jamaluddin A. Kadir (Waled Jamal Qaha), Tgk. Muhammad Yani (Waled Meuraksa), dan puluhan pimpinan dayah lainnya dari berbagai kabupaten.

Hadir pula H. Muhammad Thaib dan Fauzi Yusuf (Bupati Aceh Utara dan Wakil Bupati periode 2017-2022), Ustaz Shaifuddin Fuady, M.A. (Dewan Pakar ICMI Lhokseumawe), H. Zulfitri, M.Kes., Wakil Direktur RSUCM, kalangan pengusaha seperti Tajuddin Nur, H. Teuku Mahyuddin Simpang Cibrek, H. Mansur Arongan Lhoksukon, H. Saifullah, H. Ibnu Sakdan, dan undangan lainnya.

[](ril)

Baca juga: