LHOKSEUMAWE – Koordinator Forum Imum Masjid dan Imum Gampong Kota Lhokseumawe, Zulkifli Juned, berharap Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mensyiarkan syariat Islam di kota itu. Hal ini untuk mewujudkan Kota Lhokseumawe menjadi ikon kota islami di Provinsi Aceh.

“Untuk saat ini penerapan penegakan syariat Islam di Lhokseumawe masih belum maksimal, baik dari aturannya (qanun) maupun dinas syariatnya yang masih belum sempurna menjalankan,” kata Abi Zul, sapaan akrabnya usai menghadiri silaturahmi teungku imum tergabung dalam Forum Imum Masjid, Imum Gampong (Forsimag) dan Forum Balai Pengajian (BP) dengan Wali kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, Kamis, 29 September 2016.

Abi Zul juga menyebutkan, pihaknya ke depan akan membentuk forum bersama untuk menjadikan syariat Islam di Lhokseumawe seperti yang dibuat Kota Langsa.

“Kita akan bentuk forum bersama yang melibatkan semua unsur penegak hukum untuk memberantas kemaksiatan di Kota Lhokseumawe,” kata Abi Zul.

Menurut Abi Zul, pelanggaran syariat Islam tidak hanya dilakukan masyarakat biasa, namun juga oleh oknum yang kapasitasnya mengerti syariat Islam.

“Waktu itu, ada mantan anggota dewan melanggar syariat Islam, kala itu dia telah di vonis enam kali cambuk. Namun, dia sudah tahu aturan dalam eksekusi maka sebelum pelaksanaannya malah kabur duluan. Nah, inilah yang menjadi perhatian kita saat ini untuk mencari cara agar proses pelaksanaan penegakan syariat Islam secara kaffah,” kata Abi Zul.

Abi Zul berharap jika Suaidi Yahya terpilih lagi, ke depan pihaknya akan mencontoh program yang dilakukan Pemerintah Kota Langsa. Di sana, kata Abi Zul, Toke Suum (sapaan akrab Wali Kota Langsa) melakukan terobosan sangat efektif dalam memberantas maksiat.

“Kita akan melihat cara Kota Langsa nantinya ke depan,” tambah Abi Zul.

Saat ditanyakan terkait adanya kegiatan lain dalam silaturahmi tersebut yakni pengukuhan “Balee Meusapat Teungku-Teungku Peumenang Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Lhokseumawe 2017-2022 ”, Abi Zul mengatakan, ini hanya sambilan saja. Soalnya, kata Abi Zul, Suaidi Yahya beberapa waktu ke depan sudah masuk masa cuti sebagai calon petahana.

“Intinya para teungku tidak berpolitik, ini hanya sambilan saja. Pak Wali Kota mau cuti, jadi untuk menghematkan waktu kita lakukan secara serentak,” kata Abi Zul.[]