MEUREUDU – Pascagempa 6,5 SR yang mengguncang pada Rabu, 7 Desember 2016 pekan lalu, banyak rumah, pertokoan dan jalan negara yang rusak di Pidie Jaya.

Pantauan portalsatu.com, Senin, 12 Desember 2016, mulai dari Ulee Glee, Meureudu hingga Trieng Gadeng masih banyak masyarakat yang mengungsi. Sebagiannya hanya mengungsi di malam hari saja karena mereka trauma tidur di rumah. Sementara siang harinya mereka pulang ke rumah masing-masing.

“Kamoe malam jak eh bak pengungsian. Meunye uroe woe u rumoh, ye gempa susulan (malam kami tidur di pengungsian, siangnya pulang ke rumah, kami takut gempa susulan),” kata salah satu warga Trieng Gadeng.

Terlihat juga puing-puing pertokoan yang hancur akibat gempa, rumah masyarakat dan mesjid serta meunasah sedang dibersihkan oleh anggota TNI, Polri, para relawan dan dibantu masyarakat.

Sementara di areal pertokoan kota Meureudu sebagian pemilik toko sedang mengambil sisa barang yang masih bisa digunakan. Bahkan para pedagang sayuran sudah nampak ada yang membuka dagangannya di seputaran lokasi reruntuhan gedung Kota Meureudu.

Bantuan logistik terus berdatangan ke posko pengungsian baik dari wilayah Aceh dan luar Aceh. Bantuan jasmaniah sudah banyak mengalir. Namun bantuan secara psikologis tampaknya masih perlu ditingkatkan, terutama kepada anak-anak yang trauma dengan kejadian tersebut. Pantauan di lokasi ada sekelompok relawan yang membuat sekolah ceria kepada anak-anak.[]