BANDA ACEH – Lima perupa Aceh memamerkan karya-karya terbaik mereka di Pameran dan Kritik Karya Rupa (Pakrikaru) 2 yang mengangkat tema “Bakti Karya Perupa”. Pameran ini berlangsung di Museum Aceh sejak 29 Oktober – 2 November 2016.
Kelima perupa tersebut adalah Akmal Senja, Nourman Hidayat, Razuardi Essex, Suprianto dan Zul M. S. Latar belakang yang berbeda membuat karya seni yang dipamerkan menjadi sangat beragam dan mengangkat tema. Akmal Senja misalnya, latar belakangnya sebagai aktivis lingkungan tercermin dalam karya-karyanya yang bertajuk “Rawa Tripa” dan “Merkuri di Sungai Kami”.
Sementara Nourman Hidayat, yang selama ini lebih dikenal sebagai politisi memberi kejutan lewat kehadiran sembilan karyanya di pameran ini. Dua karyanya yang dipamerkan cukup menarik perhatian pengunjung yaitu lukisan mantan Panglima GAM Abdullah Syafii dan almarhum Wali Nanggroe Hasan Tiro.
Sedangkan Razuardi “Essex” merupakan birokrat asal Aceh Tamiang. Sebelumnya ia melakukan pameran tunggal dengan tajuk Pakrikaru 1 pada Desember 2015. Pada pameran sebelumnya Essex menampilkan sejumlah 'karakter' dunia seperti Mahatma Gandhi, John Kennedy, Hitler dan Merlyn Monroe.
Pameran ini semakin lengkap lewat keunikan karya Zul MS yang memberi 'sentuhan' lokal dalam membuat lukisan-lukisannya. Ia memanfaatkan kopi sebagai pewarna dalam melukis. Zul pernah membuat pameran tunggal di Eropa atas undangan negara Ceko.
Terakhir Suprianto, yang memamerkan empat karyanya di antaranya “Thanks for Watching” yang memperlihatkan peta Indonesia yang terdiri dari lima pulau besar.[]

