BANDA ACEH – Salah satu lukisan yang menarik perhatian di Pameran dan Kritik Karya Rupa (Pakrikaru) 2 yang dipamerkan di Museum Aceh adalah lukisan wajah atau potret almarhum Wali Nanggroe Hasan Tiro.

Lukisan berukuran 120×80 sentimeter itu dihasilkan oleh 'tangan dingin' Nourman Hidayat, salah satu seniman Aceh yang selama ini lebih dikenal sebagai politisi.

Kepada portalsatu.com, Nourman menjelaskan, lukisan Hasan Tiro ini dipersiapkan secara mendadak sebagai proyek untuk Pakrikaru 2. “Sekitar tiga bulanan,” kata Nourman saat ditemui di lokasi Pakrikaru 2 di Museum Aceh, Selasa siang, 1 November 2016.

Menariknya, saat proses penggarapan baru berkisar sekitar 30 persen, lukisan tersebut sudah ada yang menawar dengan nilai yang tidak kecil. Namun pria kelahiran Sigli 1975 silam ini enggan melepasnya. Baginya karya tersebut bukan sekadar lukisan yang digambar di atas kanvas.

“Hasan Tiro itu orang terhormat di kalangannya, ia disegani tak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Jadi alangkah sayangnya jika sosoknya hilang begitu saja, dan saya ingin mengabadikannya dalam bentuk karya rupa,” katanya menjelaskan cerita di balik hadirnya lukisan tersebut.

Tak asal-asalan, Nourman melukisnya menggunakan cat berkualitas terbaik untuk menghasilkan nilai seni yang berkualitas pula. Karena itu, ia tak ingin lukisannya ini dilepas ke sembarang orang. Nilai dari sebuah lukisan ini menurutnya sangat besar.

“Saya tidak ingin lukisan ini dimiliki sembarangan orang, saya baru mau melepasnya kalau ada yang berani menawar Rp 200 juta, karena nilai historis di balik lukisan ini sangat besar,” katanya.

Selain Hasan Tiro, Nourman juga memamerkan delapan karya terbaiknya yang lain. Dua di antaranya kata dia cukup menarik perhatian pengunjung, yaitu lukisan potret mantan Panglima GAM Abdullah Syafii dan sebuah lukisan yang diberi judul “Abu Syik”.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima perupa Aceh memamerkan karya-karya terbaik mereka di Pameran dan Kritik Karya Rupa (Pakrikaru) 2 yang mengangkat tema “Bakti Karya Perupa”. Pameran ini berlangsung di Museum Aceh sejak 29 Oktober – 2 November 2016.

Kelima perupa tersebut adalah Akmal Senja, Nourman Hidayat, Razuardi Essex, Suprianto dan Zul M. S. (Baca: [FOTO]: Lima Perupa Aceh Pamerkan Karyanya di Pakrikaru).[]