BANDA ACEH – Matahari masih bersembunyi di balik mendung saat sembilan unit mobil terparkir rapi di Kompleks Kuburan Massal Tsunami, Gampong Siron, Aceh Besar, Rabu, 6 Juli 2016. Sementara jarum jam saat itu sudah menunjukkan pukul 14.30 WIB. Suasana alam seperti ini seakan menambah khusyuk para peziarah, yang sedari tadi membacakan Surat Yasin di tanah seluas dua hektar minus 50 meter tersebut.

Kuburan massal korban tsunami di Siron berada di Jalan Soekarno-Hatta. Ini merupakan salah satu tempat dimana 46.718 korban gelombang gergasi Aceh dikuburkan. Setiap momen tertentu, banyak keluarga korban dan juga warga Muslim yang berdatangan ke makam tanpa nisan, yang disalin dengan indah ini.

Kompleks makam tsunami jauh dari kesan suram. Ini berbeda dengan kompleks makam lain di Indonesia. Selain itu, kompleks makam ini kerap ramai. Apalagi di peringatan tsunami Aceh, Idul Fitri dan Idul Adha. Di waktu-waktu tersebut, beberapa pedagang bunga, jajanan makanan, dan pedagang mainan anak memanfaatkannya untuk meraup laba.

Selain desain kompleks makam yang tak jauh dengan cerita humbalang tsunami, pemerintah turut membangun sebuah tugu berukir nasehat di kompleks makam tersebut. “Bala ta saba nikmat ta syuko, di sinan le ureung bahgia.” Ukiran nasehat ini dibubuhkan dalam tiga bahasa: Aceh, Indonesia, dan Inggris. Untaian kalimat ini sekaligus mengingatkan untuk manusia yang masih hidup untuk tetap tegar menjalani cobaan.[]