Matahari mulai condong ke arah barat dan jarum jam menunjuk pukul 17.15 WIB. Hal lazim yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan sambil menunggu waktu berbuka adalah ngabuburit.

Saat portalsatu.com menyusuri jalan lintas Medan – Banda Aceh, persisnya di Gampong Trieng, Kemukiman Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu 15 Juni 2016, terlihat pemandangan yang mulai jarang ditemui. Seorang gadis cantik berkulit putih sedang memeras tebu menggunakan alat tradisional Aceh.

Di beberapa wilayah alat itu disebut weng tube, namun ada yang menyebutnya inje. “Mau beli air tebu bang, rasanya manis. Hanya Rp 3ribu per bungkus,” ucap gadis yang ternyata bernama Timi dengan wajah malu-malu. Usianya masih 19 tahun, ia baru lulus dari MAN Lhoksukon. Katanya, tahun ini ia ingin melanjutkan pendidikan dengan kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe dengan mengambil jurusan Bahasa Inggris. (Selengkapnya baca: Timi, Jual Air Tebu Inje Untuk Biaya Masuk Kuliah)