HONG KONG – Saat ini, total utang pemerintah China mencapai 237 persen dari PDB pada kuartal pertama 2016 atau naik 148 persen dari akhir tahun 2007. Para bankir mulai resah karena kian mengganggu pertumbuhan ekonomi global.

Dalam sebuah acara the St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) di Russia, Kamis (16/6/2016), bankir senior Deutsche Bank Rusia, Pavel Teplukhin mengingatkan utang China yang menumpuk akan memperburuk ekonomi negara berkembang yang mengandalkan ekonomi China. “Utang China ini bisa memiliki dampak serius, tidak hanya perekonomian Asia tetapi juga Eropa. Ini berpotensi memicu tren negatif,” katanya, seperti mengutip cnbc.com.

“Negara maju menjadi jantung krisis, beberapa deleveraging sektor swasta telah tejadi, meskipun utang publik konstan. Tetapi yang paling mengkhawatirkan adalah utang sektor swasta yang terjadi di beberapa negara berkembang yang menjadi mesin utama pertumbuhan global,” katanya.[]Sumber:inilah.com