BIREUEN – Koordinator Kamp Pengungsi Rohingya di Cot Gapu, Bireuen, Zulfikar GA., mengatakan, pelayanan untuk para pengungsi Rohingya di Bireuen saat ini tergolong sempurna.

“Kami menganggap, yang kita tangani ini bukanlah hanya sebagai imigran, tetapi mereka kita anggap bagai anak raja,” kata Zulfikar, Selasa, 19 Juni 2018.

Zulfikar mengatakan, dalam menangani pengungsi Rohingya, pihak Tagana Bireuen lebih mengutamakan sisi kemanusiaan.

“Orang Aceh pada umumnya dalam menangani kasus orang-orang terdampar semacam itu akan lebih mengutamakan sikap kemanusiaan, karena mereka membutuhkan pertolongan,” kata Zulfikar.

Zulfikar mengatakan, pengungsi yang ditampung di kamp pengungsian di Cot Gapu, Bireuen, terdiri dari 44 laki-laki, 27 perempuan, dan 8 anak. Di sana tersedia pos kesehatan yang bisa mengambil rujukan ke rumah sakit dan tersedia ambulans selalu siap melayani.

Ditanya kendala apa saja yang dihadapi para pengungsi selama berada di sana, kordinator kamp tersebut mengatakan, kendala yang dihadapi hanya pada masaalah perbedaan bahasa. Sedangkan untuk persediaan makanan dari masyarakat dan pemerintah yang terdiri dari beras, mi instan, dan lain-lain sampai saat ini masih terbilang mencukupi.

Berdasarkan rapat yang diadakan pada 3 Mei 2018, kata Zulfikar, para pengungsi yang ada di Cot Gapu yang telah ditampung sejak April 2018 itu akan dipindahkan ke Langsa usai lebaran Idul Fitri. Namun pemindahan itu terpaksa ditunda karena sampai saat ini fasilitas di kamp pengungsian di sana belum direhab.

Terkait dengan belajar mengajar,  juga diadakan pengajian. Sebelum bulan puasa para pengungsi mendapat pelatihan bahasa Indonesia dan Inggris untuk bisa berkomunikasi.[]

Penulis dan Foto: Jamaluddin