BANDA ACEH – Ust Abdul Somad, Lc MA (UAS) setelah dipersekusi di Bali dan dideportasi dari Hongkong atas tuduhan yang tak beralasan. Aceh justru memberi kehormatan yang luar biasa dengan cara dipertuan agung, bahkan lebih 30.000 kaum muslimin Aceh menyambutnya dengan GEGAP GEMPITA di Taman Ratu Safiatudddin, Banda Aceh (26/12).
Oleh karena itu dengan haqqul yaqin para Ormas Islam merumbuk atas pentas utama Zikir Internasional pada peringatan Tsunami sedang berlangsung sepakat Ust, Abdul Somad dinobatkan sebagai Asadullah (Singa Allah) di Nusantara.
Laqab mulia ini diikrarkan oleh Tgk Mustafa Husen Woyla selaku jubir FPI Aceh di hadapan wartawan dan tokoh ormas Islam di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
“Laqab yang pernah diberikan kepada Hamzah bin Abdul Muthalib ra sangat layak diberikan kepada UAS sebagai dai ilallah yang tegas dan lugas menyampaikan kebenaran. Tak gentar melawan arus hitam yang menghantam. Islam yang didakwahinya Islam washatan tanpa mengajak ke satu aliran tertentu. Islam yang rahmatan bukan karbitan. namun Islam yang berlisensi di bawah naungan ahlussunah wal jamaah,” tegas Mustafa Woyla.
Humas Zikir Internasional 2017 Aceh, Teuku Zulkhairi, mengatakan, peristiwa yang dialami UAS hampir sama dengan kasus UAS adalah Ust Bahtiar Nasir. Dia diundang oleh Pemerintah Aceh 2016 kala itu di bawah Plt Soedarmo, Namun diizinkan bersyarat untuk mengisi ceramah dalam rangka memperingati 12 tahun Tsunami tahun lalu.
“Walaupun acara Pemerintah Aceh tetap berlangsung, Namun perhelatan peringat Tsunami itu “diambil alih” oleh masayarakat Lampulo, Kuta Alam, Banda Aceh, dengan mengundang Habib Rezieq Syihab selaku Imam Besar Front Pembela Islam,” katanya.
Malam itu, kata Zulkhairi, di atas panggung utama, Tu Bulqaini Tanjungan, selaku Sektaris Jenderal mewakili Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) menobatkan Habib Rezieq Syihab sebagai Imam Besar umat Islam Indonesia di hadapan ribuan jamaah.
“Aceh adalah daerah yang menerapkan syariat secara kaffah di Indonesia. Maka Siapapun ia, jika menyampaikan dakwah Islam dengan manhaj yang benar, ditolak. Maka Aceh siap menjadi tempat hijrah para da'i seluruh dunia,” kata Zulkhairi.[] (rel)



