BANDA ACEH Media merupakan unsur yang memberi pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu media harus bisa menjalankan independensinya dengan baik dalam menyampaikan laporannya.
Fase pemilihan kepala daerah (Pilkada) adalah fase yang menegangkan bagi media, dimana media harus bisa berada di posisi netral dan tak terpengaruh oleh pasangan calon kepala daerah. Media juga harus mampu memberi informasi pilkada yang netral.
Hal-hal tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk Peran Media Dalam Mendukung Pelaksanaan Pilkada Damai di Aceh yang digelar Fraksi Pilkada Aceh, Selasa, 7 Februari 2017. Diskusi ini berlangsung di Voz Coffee Café, Lampaseh, Banda Aceh.
Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut seperti akademisi Saifuddin Bantasyam, tokoh pers Aceh, Yarmen Dinamika dan Direktur IDeAS, Munzami.
Dalam diskusi ini juga mencuat banyaknya bermunculan media-media, terutama media online yang partisan. Media-media seperti ini banyak membingungkan masyarakat, dan wartawannya banyak yang tidak kapabilitas, ujar Munzami.
Munzami juga mengatakan, berkaca pada pengalaman Pilkada 2014 lalu saat pemilihan presiden Indonesia. Menurutnya, banyak sekali media yang berpihak, bahkan ada yang terang-terangan.
Senada dengan itu, pengajar di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Saifuddin Bantasyam menyebutkan, netralitas media dalam sebuah pelaksanaan pilkada menjadi hal utama.
Pilkada Aceh ini biayanya sangat mahal, jadi jangan disia-siakan begitu saja dengan memberikan informasi yang tidak akurat kepada masyarakat, karena imbasnya adalah pada kehidupan masyarakat pada lima tahun yang akan datang, ujar Saifuddin Bantasyam.
Sementara Koordinator Fraksi PIlkada Aceh, Zubaidah Azwan, mengatakan, Fraksi Pilkada Aceh dibentuk atas dasar keinginan untuk menciptakan pilkada yang jujur, damai dan bersih di Aceh.
Setiap saat kita menyosialisasikan agar pilkada berlangsung jujur, damai dan bersih kepada semua pihak termasuk kepada media, sehingga apa yang kita harapkan bersama yaitu terpilihnya pemimpin yang langsung dipilih rakyat berdasarkan hati nurani mereka bisa terwujud, kata Zubaidah Azwan.[](rel)

