BANDA ACEH — Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Irwansyah, mengaku terkejut mengetahui tanah bekas Hermes Mall serta bangunannya sudah dibeli sejak tahun 2017 oleh anak perusahaan Siloam Hospital dari Hermes Thamrin.

Pembelian tanah dan bangunan dengan total  harga mencapai 62 miliar itu, dalam perencanaan selanjutnya, akan dibangun Rumah Sakit Siloam.

Irwansyah merincikan, dari informasi yang didapat, diketahui bahwa anak perusahaan Siloam Hospital, PT Mahkota Buana Selaras pada tangal 31 Maret 2017 telah menandatangani perjanjian jual beli tanah dengan luas sampai dengan 6.071 m2 yang berlokasi di Banda Aceh dari Hermes Thamrin, dengan harga tanah Rp40 milyar.

Selanjutnya pada tanggal yang sama, PT Mahkota Buana Selaras telah menandatangani perjanjian jual beli aset dan bangunan seluas 15.409 m2 yang berlokasi di Banda Aceh dari PT Berlian Global Perkasa, dengan harga bangunan sebesar Rp22 milyar.

Masih kata Irwansyah, dari informasi yang didapat diketahui bahwa PT Mahkota Buana Selaras memegang sertifikat HGB no 02006 yang berlaku mulai 21 Juli 2017 sampai dengan 18 Juli 2037 untuk tanah seluas 5.962, di Desa Beurawe Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Selain adanya pembelian tanah dan bangunan, pendirian RS Siloam dinilai semakin nyata dengan adanya pencantuman logo RS Siloam di karcis tiket di Hermes Mall Beurawe Kuta alam Banda Aceh.

“Untuk itu kembali kami dengan tegas menyatakan protes atas logo karcis tiket tersebut dan menolak kehadiran RS Siloam di Banda Aceh,” kata Irwansyah yang juga anggota Komisi A DPRK Banda Aceh melalui siaran pers, Rabu, 14 Maret 2018.

Atas dasar penolakan itu Irwansyah meminta Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bisa berdiri tegak dan tegas menolak upaya pendirian RS Siloam di Banda Aceh. Irwansyah juga meminta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk sama-sama berdiri mengedepankan kepentingan umat dan menolak kehadiran RS Siloam di Aceh.

“Kenapa kita tegas menolak Siloam ini? Karena kita menilai rumah sakit ini tidak cocok dengan daerah Aceh yang menjalankan syariat Islam. Jangan sampai nanti pendirian ini akan melahirkan konflik horizontal dan perlawanan dari elemen ummat,” lanjutnya lagi.

Irwansyah meminta Wali Kota Banda Aceh dan Gubernur Aceh agar mencarikan investor lain yang tidak membawa embel-embel agama tertentu yang dikhawatirkan akan menimbulkan penolakan dari masyarakat. Tidak hanya di Aceh, sebelumnya rencana pembangunan rumah sakit tersebut juga ditolak oleh masyarakat Padang.

“Masih banyak investor lain yang bisa digarap kalau memang serius. Misalnya dari Timur Tengah dan dari pihak lain yg tidak membawa misi kristenisasi dalam praktiknya,” kata Irwansyah.

Irwansyah juga mengakui, Fraksi PKS sebelumnya secara terbuka telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Wali Kota Banda Aceh dalam sidang paripurna di DPRK Banda Aceh.[]