Gabungan Komunitas Aceh (GATA Aceh) Pada Rabu 28 Agustus 2019 melaksanakan Acara Haul di Kompleks Mesjid dan Makam Teungku Chik Di Bitai.

Menurut Koordinator GATA Aceh, Muammar Al Farisi, acara ini bertujuan untuk mengenang Sejarah Besar Kesultanan Aceh dan pembelajaran sejarah bagi generasi muda aceh. Pada masa lalu kompleks Ma'had Askeri Baital Maqdis merupakan tempat pelatihan elit Kesultanan Aceh Darussalam yang didirikan oleh para Jenderal Turki yang datang ke Aceh untuk membantu Kesultanan melawan Kafir Portugis di Malaka.

“Salah satu alumni dari Ma'had Askeri Baital Maqdis adalah Laksamana Malahayati Laksamana Wanita pertama di dunia dan juga Sultan Iskandar Muda sultan terbesar Aceh juga alumni dari dayah Bitai ini. Pengajar dayah Ma'had Askeri Baital Maqdis ini adalah Teungku Chik Di Bitai,” katanya.

Cut Putri yang memberikan sambutan mewakili masyarakat Bitai mengucapkan terima kasih untuk pelaksanaan acara haul. 

Putri juga mengatakan kalau acara ini bertujuan memperingati kebesaran Aceh pada masa lalu dimana Aceh merupakan lima besar kerajaan Dunia dan diakui dalam buku-buku sejarah maka sudah selayaknya Haul Teungku Chik Di Bitai dilaksanakan, apalagi Bitai adalah salah satu bukti sejarah yang jelas menggambarkan kemegahan Aceh Darussalam di mata dunia internasional pada masa lalu.

“Saya berharap agar para generasi muda Aceh termasuk para pemimpin dan pengambil kebijakan di Aceh agar semakin peduli dan sadar pada sejarah besar Aceh sehingga pembangunan Aceh kedepan dapat berkaca pada nilai kebesaran masa lalu untuk membangun masa depan Aceh yang lebih baik,” kata Putri.

Farid Nyak Umar selaku tokoh Muda Aceh yang juga ahli sejarah membahas tentang Sultan Al Fatih dan perannya dalam memajukan Turki setelah Turki maju maka Turki sudah bisa membantu dunia muslim hal ini dimulai dari kesalehan yang dimiliki para Sultan Turki yang patut ditiru.

Turut hadir mewakili Walikota Banda Aceh, Staf Ahli Bidang Keistimewaan, kemasyarakatan dan SDM, Rizal Junaidi yang mengapresiasi acara yang sangat bermakna untuk membangkitkan hubungan Aceh Turki dan pembelajaran sejarah bagi generasi muda Aceh. 

Sementara itu mewakili Plt Gubernur Aceh, Ir. Iskandar Syukri, MM, MT, staf Ahli Gubernur Bid Perekonomian Keuangan dan Pembangunan, mengatakan acara ini sangat baik dan luar biasa apalagi sejarah hubungan Persaudaraan Aceh Turki sudah diketahui dengan luas. 

Mungkin pada haul tahun depan selain haul juga bisa dilaksanakan seminar internasional yang melibatkan para ahli sejarah turki dan aceh dan juga pemeran foto dan lainnya sehingga acara dari tahun ke tahun semakin bagus dan semakin baik.

Acara juga diikuti pembacaan Surat Sultan Alaidin Al Kahhar dengan penuh semangat oleh Teuku Zulkhairi dan pembacaan surat balasan dari Sultan Selim II oleh Abi Mas'ud Irhamullah. 

Ada testimoni orang Aceh yang tinggal di turki oleh Rahmat Ashari yang membahas tentang keadaan Turki dewasa ini dan pendidikan turki dan hubungan Turki modern dengan Aceh modern. Juga ada testimoni dari Orang Turki yang tinggal di Aceh.

Acara terakhir adalah Tausiyah dari Ustad Amir Hamzah. Ustad Ameer Hamzah menyatakan agar Haul para ulama aceh terus dilaksanakan sehingga sejarah Aceh terus terjaga dan dapat meniru teladan dari Ulama Aceh terdahulu. 

Tgk Chik Di Bitai telah datang dari jauh yang masa lalu sangat sulit perjalanan namun datang karena satu alasan islam.

“Pada zaman itu  tidak ada namanya bangsa dan nasionalisme yang ada adalah satu Islam. Jadi semua muslim bersaudara karena itulah Islam kuat saat itu. Pada zaman itulah kekhalifahan membantu Kesultanan Aceh Darussalam. Turki dan Aceh adalah adik dan abang,” demikian kata Ustad Ameer Hamzah.

Acara ditutup oleh doa oleh Ustad Jamhuri Ramli, Imam besar Masjid Raya Baiturrahman.[] Rilis