BANDA ACEH – Gayo yang memiliki nilai sejarah di Aceh dipercayakan mengarak gajah putih dan kuda memeriahkan pawai yang diperkirakan akan diikuti sekitar 2.500 peserta pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 di Banda Aceh.

Gajah putih yang kini menjadi lambang Kodam Iskandar Muda, berasal dari Gayo. Untuk menghormati asal muasal gajah putih ini, pada PKA ke 7, Gayo dipercayakan membawa gajah keliling kota Banda Aceh bersama lima kuda.

Ketua Panitia PKA Aceh Tengah, Uswatudin, mengatakan, persiapan untuk pawai yang akan dilaksanakan Senin, 6 Agustus 2018, Gayo akan berupaya tampil maksimal. “Gajah putih dan penunggangnya dengan pakaian adat kerawang Gayo sudah siap menyemarakkan PKA,” ujarnya dalam siaran pers diterima portalsatu.com/, Minggu malam.

Salman Yoga akan menunggangi gajah putih lengkap dengan pakaian adat Gayo. Ia menyatakan sudah siap untuk menunjukan kebesaran Gayo. ”Saya sudah latihan menaiki gajah. Alhamdulilah gajah yang saya tunggangi ternyata dia tahu bahwa dia akan ditunjukan ke publik sebagai gajah kebesaran Aceh, yang berasal dari Gayo,” katanya.

Gaja putih dan kuda Gayo akan disalupi dengan pakaian kerawang Gayo. Bahkan joki cilik dengan menunang kuda membawa bendera Kerajaan Linge yang akan diarak keliling Banda Aceh. “Ketika saya menungang gajah, selain memperkenalkan gajah putih, saya akan membacakan titah Kerajaan Linge kepada Sultan Aceh,” ujar Salman Yoga.

Joni, ketua seksi pawai budaya dan mobil hias mengatakan, “Lima penunggang kuda dengan pakaian kebesaran adat Gayo sudah siap untuk ditampilkan. Khusus untuk mobil hias, Gayo Lut akan memunculkan ciri khasnya.”

Ciri khas dimaksud Joni, mobil itu akan dihias dengan rumah spesifik  Gayo (supu serule). Rumah dengan atapnya terbuat dari daun serule, yang merupakan daun khas berasal dari Gayo.

Peserta pawai dari Aceh Tengah berjumlah 100 orang semuanya mengenakan pakaian kerawang Gayo. “Jadi, bukan hanya gajah dan kuda yang dibungkus dengan kerawang Gayo, peserta pawai semuanya mengenakan kerawang Gayo,” kata Uswatuddin.[](rel)