BANDA ACEH — Sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh mengikuti Festival Kuah Beulangong yang dibuat di Gampông Pande, Senin, 21 Agustus 2017. Para peserta meracik masakan khas Aceh tersebut sesuai keahlian masing-masing.

Camat Kutaraja, Wahyudi, kepada wartawan mengatakan, festival ini rutin dilaksanakan di Gampông Pande untuk memperingati Haul Al-Makdum Abi Abdullah Syekh Abdurrauf Al Mulaqqab Tuan Dikandang.

“Hari ini juga ada khanduri makan bersama dan malamnya ada takbir dan zikir di area makam Teungku Dikandang,” katanya.

Menurutnya, untuk tahun ini pihak Kecamatan Kutaraja bersama Geuchik Gampông Pande, serta tokoh masyarakat melakukan festival ini sekaligus untuk memperkenalkan bahwa Gampông Pande merupakan kampung bersejarah di Banda Aceh. Sementara Teungku Dikandang merupakan salah satu ulama besar di Aceh.

“Kegiatan lomba masak kuah beulangong, sekaligus dengan memperingati perayaan hari kemerdekaan RI ke-72, dan sekaligus kegiatan khanduri rakyat,” katanya.

Ia menambahkan, pemenang juara pertama festival ini mendapatkan uang tunai Rp3 juta, juara dua Rp2 juta, dan jugara tiga Rp1 juta. Peserta lainnya walaupun tidak menang tetap mendapatkan hadiah hiburan masing-masing Rp500 ribu.

“Untuk penilaian, kita tidak terlalu mengambil secara spesifik, paling seperti rasa, warna, dan kebersihan, itu menjadi kriteria yang diperlombakan,” katanya.

Salah seorang peserta asal Kecamatan Meuraxa, Bukhari, mengatakan untuk mengikuti festival ini ia menyiapkan perlengkapan memasak dan meracik sendiri bumbu karinya.

“Untuk daging memang sudah dipersiapkan oleh panitia sebanyak 25 kilogram,” katanya.

Amatan portalsatu.com, saat proses penjurian peserta tidak boleh berada di lokasi lomba. Setelah diambil sampel untuk proses penjurian, kuah beulangong atau kuah kari daging tersebut diserahkan kepada panitia untuk disantap bersama di area Makam Teungku Dikandang.[]

Laporan Taufan Mustafa