BLANGKEJEREN – Gayo Lues menjadi salah satu kabupaten di Indonesia yang mendapatkan piagam penghargaan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr. Suhariyanto. Penghargaan itu diberikan kepada masing-masing kabupaten yang penduduknya taat terhadap pentingnya sensus penduduk dilakukan setiap 10 tahun sekali.
Piagam pengghargaan itu diserahkan Kepala BPS Gayo Lues, Sardi, M.Si., kepada Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, didampinggi Kadis Dukcapil, Kepala Bappeda, dan Kadis Kesehatan, di Pendopo Bupati, Selasa, 25 Agustus 2020.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, dan kami Pemda Gayo Lues akan terus membantu BPS menyelesaikan sensus penduduk ini. Saya selaku Bupati juga mengimbau agar masyarakat memberikan keterangan yang benar saat dilakukan sensus oleh petugas,” kata Amru.
Menurut Amru, pada awal September 2020 nanti, BPS akan kembali melakukan sensus penduduk secara online bagi yang belum terdaftar. Untuk itu, masyarakat harus memastikan sudah terdaftar.
Kepala BPS Gayo Lues, Sardi, mengatakan seharusnya piagam penghargaan itu diberikan langsung oleh Presiden RI kepada masing-masing Bupati. Namun, lantaran sedang terjadi bencana nasional Covid-19, piagam itu dikirimkan ke masing-masing BPS kabupaten penerima untuk diberikan kepada Bupati.
“Kami dari BPS Gayo Lues hanya berani menargetkan sensus penduduk secara online ini 10 persen, karena tidak semua daerah ada jaringan internet. Dalam perjalanannya, Alhamdulilah, target kita melebihi yaitu sensus penduduk secara online kita mencapai 20 persen,” katanya.
Kepala BPS mengatakan jumlah penduduk Gayo Lues yang mendaftar secara online jika dikalkulasikan jumlah penduduk Gayo Lues 100.045, maka 20 persen dari jumlah tersebut mencapai 20.000-an penduduk sudah melakukan sensus penduduk online.
“Jadi, piagam ini diberikan kepada pemerintah daerah atas apresiasi BPS pusat terhadap masyarakatnya yang telah melebihi target sensus penduduk online,” jelasnya.
Tahap kedua sensus penduduk online di Gayo Lues, pihak BPS akan melakukan mulai 1 September hingga 30 September 2020, dan itu dikhususkan bagi orang yang belum terdaftar.
“Sensus penduduk secara online ini wajib dilakukan setiap penduduk Indonesia, karena ini sifatnya nasional, dan sejak Indonesia merdeka, baru kali ini dilakukan sensus penduduk secara online,” katanya sembari mengimbau masyarakat supaya ikut berpartisipasi untuk mengisi formulir dan meng-update datanya sendiri pada September 22020. Sensus online nantinya akan ikut didampinggi petugas BPS dan aparatur pemerintahahan desa masing-masing.[]




